Jokowi Perintahkan TNI-Polri Menindak Praktik Ekspor dan Tambang Ilegal
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan TNI dan Polri untuk membantu pengamanan dan penindakan terhadap praktik ekspor dan tambang ilegal. Ini supaya proses hilirisasi dan industrialisasi pemerintah tidak terganggu.
"Tadi saya sampaikan yang namanya ekspor ilegal masih berjalan, yang namanya tambang ilegal masih berjalan, ya proses hilirisasi dan industrialisasi menjadi terganggu. Dan tugas TNI Polri ada di situ," kata Jokowi usai Rapat pimpinan TNI dan Polri Tahun 2023 di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Dia mengungkapkan, penerimaan negara menjadi sangat berkurang karena praktik ekspor dan tambang ilegal.
"Kalau ekspor ilegal misalnya, timah itu masih berjalan, bauksit masih ada, batu bara masih ada, sehingga penerimaan negara menjadi sangat berkurang. Karena itu, itu tugas TNI-Polri, kalau di laut ya Polisi air, Bakamla, TNI AL misalnya," tuturnya.
ESDM Temukan 2.741 Tambang Ilegal di 2022, Terbanyak di 2 Provinsi Ini
Selain pentingnya investasi dan hilirisasi, Jokowi juga menyampaikan mengenai penanganan kebekaran hutam dan menjaga kondusivitas di tahun politik dalam Rapim TNI-Polri.
"Kemudian yang berkaitan dengan kebakaran hutan, yang berkaitan dengan menjaga kondusivitas di tahun politik saya rasa garis besar itu," ujarnya.
RI Perkuat Industri Hilirisasi, Erick Thohir: Kita Tidak Anti Asing
Namun, Jokowi mengaku lebih banyak membahas mengenai hilirisasi. Menurut dia, peran TNI dan Polri sangat penting untuk menjaga agar proses hilirisasi berjalan dengan baik di lapangan.
"Tapi karena temanya yang dipilih TNI Polri adalah yang berkaitan dengan produktivitas, dengan transformasi ekonomi, saya lebih banyak menyampaikan mengenai pentinganya hilirisasi yang memberikan nilai tambah yang besar bagi negara," tutur Jokowi.
Fantastis, Bahlil Sebut Potensi Hilirisasi RI Bisa Raup Rp8.290 Triliun hingga 2035
"Tugas TNI Polri adalah menjaga agar namanya industrisalisasi, hilirisasi itu berjalan dengan baik di lapangan, tidak terjadi gangguan-gangguan," imbuhnya.
Editor: Jujuk Ernawati