Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK bakal Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Kawal Transformasi BEI
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Sebut Pemerintah Sedang Kawal Berbagai Transformasi Besar, Apa Saja?

Sabtu, 29 Januari 2022 - 14:43:00 WIB
Jokowi Sebut Pemerintah Sedang Kawal Berbagai Transformasi Besar, Apa Saja?
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang bekerja keras mengawal berbagai transformasi besar. (Foto: Biro Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang bekerja keras mengawal berbagai transformasi besar. Dia menyebut, pemerintah terus melakukan transformasi struktural, mempermudah investasi, melakukan hilirisasi, hingga melakukan transformasi ekonomi digital, hingga transformasi energi baru terbarukan.

"Pemerintah saat ini sedang bekerja keras mengawal beberapa transformasi besar. Kita sedang melakukan transformasi struktural agar Indonesia makin kompetitif, untuk menghadapi dunia yang hiper-kompetisi sekarang ini," ujar Jokowi saat membuka rapat kerja Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Sabtu (29/1/2022).

Jokowi mengatakan, pemerintah terus membuka lapangan kerja seluas-luasnya, serta mensejahterakan petani, nelayan, dan buruh industri. Pemerintah juga terus memfasilitasi agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa naik kelas dengan digitalisasi, serta mendukung peningkatan produk dalam negeri.

"Untuk itu kita harus mempermudah investasi, yang besar, yang sedang, maupun yang kecil, dari dalam maupun luar negeri. Itulah tujuan kita menetapkan Undang-Undang Cipta Kerja, untuk menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," kata dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan hilirisasi antara lain di sektor pertambangan, minyak, dan gas. Menurutnya, hilirisasi tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah yang besar di Indonesia, untuk membuka lapangan kerja, dan sekaligus untuk menghemat devisa.

"Saya kira sudah tidak zamannya lagi yang sejak zaman VOC kita selalu mengirim, mengekspor bahan-bahan mentah yang nilai tambahnya dinikmati negara lain," ucapnya.

Di samping itu, transformasi ekonomi digital juga tidak luput dari perhatian pemerintah. Menurutnya Indonesia diperkirakan memiliki potensi ekonomi digital pada 2025 sekitar 124 miliar dolar AS.

"Kita juga telah memiliki 2.229 startup, kita memiliki 1 decacorn dan 8 unicorn, dan sudah ada 8,4 juta UMKM kita yang dalam lima tahun ini sudah masuk platform digital untuk menjual produknya, dan dipastikan data ini akan terus bertambah," tuturnya.

Pemerintah juga terus berupaya mewujudkan transformasi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya Indonesia memiliki potensi EBT sebesar 418 gigawatt. Baik itu berupa geothermal, angin, solar panel, biofuel, arus bawah laut, dan tenaga hidro.

“Dekarbonisasi sektor transportasi juga dimulai dengan pembangunan mass urban transport, pembangunan green industrial park terbesar di dunia di Kalimantan Utara juga sudah kita mulai,” ujar Jokowi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut