Kaleidoskop 2023: 5 Besar Sektor Pendorong Realisasi Investasi RI
Sektor ini juga berkintribusi cukup besar terhadap realisasi investasi Indonesia, nilainya mencapai Rp83,7 triliun dengan rincian 7.412 proyek dari PMDN dan 5.024 proyek dari PMA.
Besarnya jumlah pendudul di Indonesia menarik minat investor di bidang industri kimia dan farmasi, selama periode Januari-September 2023, nilai investasinya mencapai Rp76,8 triliun dengan 2.561 proyek dari PMDN dan 1.626 proyek dari PMA.
Kontribusi Hilirisasi
Pemerintah Indonesia juga terus menggenjot realisasi investasi untuk mencapai target 2023, salah satunya dengan konsisten melakukan hilirisasi sumber daya alam.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, agar Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045, kita membutuhkan investasi hilirisasi senilai 545,3 miliar dolar AS untuk 21 komoditas di 8 sektor prioritas sesuai Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis yang disusun Kementerian Investasi/BKPM.
”Investasi hilirisasi periode Januari-September 2023 mencapai Rp266 triliun, ini mencakup 25,3% dari total realisasi investasi periode ini. Lewat hilirisasi, kita ciptakan lapangan pekerjaan berkualitas," kata Bahlil dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jumat (20/10/2023).
Bahlil juga menegaskan, hilirisasi bukan hanya komoditas nikel, melainkan berbagai macam sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia.
"Jangan diartikan hilirisasi itu nikel saja, ada kehutanan, perikanan, perkebunan, dan juga migas. Dan kita punya sumber daya itu,” ujarnya.
Adapun nilai realisasi investasi untuk hilirisasi periode Januari – September 2023 adalah sebesar Rp266,0 triliun yang mencakup lima sektor.
Lima sektor tersebut yaitu hilirisasi sektor mineral senilai Rp151,7 triliun terdiri dari nikel sebesar Rp97,0 triliun, bauksit sebesar Rp7,1 triliun, dan tembaga sebesar Rp47,6 triliun; hilirisasi sektor pertanian berasal dari industri minyak kelapa sawit dan oleochemical dengan nilai Rp39,5 triliun; hilirisasi sektor kehutanan berasal dari industri pulp dan kertas senilai Rp34,8 triliun; hilirisasi sektor minyak dan gas berasal dari industri petrokimia senilai Rp31,6 triliun; serta hilirisasi ekosistem kendaraan listrik berasal dari industri pembuatan baterai kendaraan listrik senilai Rp8,4 triliun.
Sementara pada triwulan III tahun 2023, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp114,6 triliun. Lima bidang fokus hilirisasi yaitu sektor mineral berupa smelter senilai Rp64,7 triliun yang terdiri dari nikel sebesar Rp41,3 triliun, bauksit sebesar Rp3,6 triliun, dan tembaga sebesar Rp19,8 triliun; hilirisasi sektor kehutanan berasal dari industri pulp dan kertas senilai Rp17,5 triliun; hilirisasi sektor minyak dan gas berasal dari industri petrokimia senilai Rp14,9 triliun; hilirisasi sektor pertanian berasal dari industri minyak kelapa sawit dan oleochemical dengan nilai Rp13,7 triliun; serta hilirisasi ekosistem kendaraan listrik berasal dari industri pembuatan baterai kendaraan listrik senilai Rp3,8 triliun.
Editor: Puti Aini Yasmin