Kasus Varian Delta Meningkat, AS Pertahankan Pembatasan Perjalanan terhadap Inggris, UE, India hingga China

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 27 Juli 2021 - 08:05:00 WIB
Kasus Varian Delta Meningkat, AS Pertahankan Pembatasan Perjalanan terhadap Inggris, UE, India hingga China
Amerika Serikat masih melarang perjalanan dari 39 negara. (Foto: Ant)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) berencana mempertahankan pembatasan perjalan terhadap sejumlah negara, mulai dari Inggris Raya, Uni Eropa (UE), India, Afrika Selatan, Iran, hingga China, seiring munculnya kasus Covid-19 varian delta

Gedung Putih menyatakan keputusan itu berarti AS menolak masuknya orang-orang dari wilayah Inggris Raya, UE, India, Afrika Selatan, Iran dan China, seperti yang sudah diberlakukan sejak Januari 2021. 

"Mengingat di mana kita berada hari ini, dengan munculnya varian delta dan kasusnya terus menningkat, kami akan mempertahankan pembatasan perjalanan yang ada pada saat ini karena beberapa alasan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, pada konferensi pers Senin (26/7/2021). 

Menurut dia, alasan pemerintah antara lain didasarkan pada kemunculan varian delta yang lebih menular dan telah menyebar dengan cepat di AS, bahkan di seluruh dunia. 

"Didorong oleh varian delta, kasus Covid-19 telah meningkat di sini, terutama di antara mereka yang tidak divaksinasi dan tampaknya akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Jen Psaki.

Dia mengungkapkan, kasus Covid-19 varian delta sekarang menyumbang sekitar 83 persen dari total kasus secara nasional dan telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di AS dalam dua minggu terakhir. 

"Kasus Covid-19 telah meningkat 171 persen secara nasional, dan tingkat kematian naik 19 persen dibandingkan minggu sebelumnya," ungkap Jen Psaki.

Keputusan Gedung Putih tersebut muncul hanya berselang satu minggu setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan warga AS harus menghindari perjalanan ke Inggris karena lonjakan kasus virus corona varian delta. 

AS pertama kali memberlakukan pembatasan perjalanan pada Maret 2020 untuk memperlambat penyebaran COVID-19. Aturan tersebut diberlakukan kembali oleh Presiden Joe Biden pada Januari 2021, setelah menjabat menggantikan Presiden Donald Trump. 

Total ada 39 negara yang masuk dalam daftar pembatasan perjalanan ke AS, yakni China, Iran, Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia , Spanyol, Swedia, Swiss, Monako, San Marino, Vatikan, Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, Republik Irlandia, Brazil, Afrika Selatan, dan India.

AS juga baru-baru ini memperpanjang pembatasan perbatasan darat untuk perjalanan yang tidak penting hingga 21 Agustus 2021, meskipun Kanada berencana untuk membuka kembali perbatasannya untuk pelancong Amerika yang divaksinasi pada 9 Agustus.

Pemerintahan Joe Biden telah menghadapi tekanan yang meningkat untuk mencabut pembatasan perjalanan dari negara-negara lain dan para pemimpin industri pariwisata. 

Pada 15 Juli, Kanselir Jerman, Angela Merkel, meminta Joe Biden mencabut pembatasan perjalanan AS. Selain itu, berbagai maskapai telah mendesak pemerintah AS untuk mencabut larangan perjalanan.

Editor : Jeanny Aipassa