Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemlu Pulangkan 96 WNI dari Arab Saudi, Ada yang Lumpuh karena Sakit
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Varian Omicron Bertambah, Pengamat Penerbangan Desak Pemerintah Hentikan WNI ke Luar Negeri

Rabu, 29 Desember 2021 - 09:28:00 WIB
 Kasus Varian Omicron Bertambah, Pengamat Penerbangan Desak Pemerintah  Hentikan WNI ke Luar Negeri
Pengamat Penerbangan, Alvin Lie. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, mendesak pemerintah menghentikan perjalanan warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri. Hal itu, terkait dengan kasus Covid-19 varian Omicron yang terus bertambah di Indonesia. 

Menurut dia, selain membatasi masuknya warga negara Asing (WNA), pemerintah harus mengambil langkah bijak dan tegas dengan segera melakukan pembatasan ketat untuk WNI yang hendak melakukan perjalanan luar negeri

Alvin Lie mengatakan, sejumlah maskapai penerbangan luar negeri telah berhenti beroperasi sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19 varian Omicron. Hal itu, dapat menjadi sinyal bagi pemerintah bahwa ancaman varian baru virus Covid-19 tersebut tak boleh diremehkan.  

“Terkait kasus varian Omicron yang bertambah, ada sejumlah maskapai di luar negeri yang membatalkan penerbangannya. Saya meminta  pemerintah untuk semakin bijak dan lebih memperketat serta mengawasi gerbang penerbangan internasional, membatasi lebih ketat lagi orang-orang dari luar yang boleh masuk ke Indonesia dan juga sebaliknya,” kata Pengamat Penerbangan Alvin Lie saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (29/12/2021). 

Terkait dengan penyebaran kasus varian baru Covid-19 Omicron yang mayoritas dibawa oleh WNA atau kasus Import dari luar negeri, Alvin Lie mengatakan, pemerintah harus lebis selektif lagi membuka pintu masuk Indonesia. Artinya, jumlah negara yang telah dilarang masuk ke Indonesia harus ditambah, sesuai perkembangan kasus varian Omicron yang dibawa WNA yang lolos ke Indonesia.

“Sekarang harus Lebih selektif lagi untuk mengizinkan penumpang dari negara lain untuk bisa keluar masuk Indonesia, jadi pemerintah juga harus segera memperketat dan menambah daftar negara-negara yang dilarang masuk ke Indonesia,” ujar Alvin Lie. 

Tak hanya itu, dia juga meminta manajemen karantina perlu diperbaiki dan sejumlah regulasi serta prosedurnya harus lebih diperketat dan tidak ada dilakukan diskriminasi bagi sejumlah kalangan. 

“Akhir-akhir ini banyak keluhan soal karantina tentang kapasitas, tentang biaya karantina gratis di wisma atau bayar di  hotel kalau bisa ya diefektifkan lagi agar efektif mencegah varian Omicronnya,” ungkap Alvin Lie. 

Dia pun berharap, pemerintah dapat melakukan percepatan program vaksinasi di sejumlah daerah yang belum terjangkau dan khususnya vaksin bagi anak agar dapat memudahkan tracing dan testing oleh Pemerintah.

“Saya berharap tidak ada lagi pejabat maupun pesohor seperti selebritis yang diistimewakan atau dibeda-bedakan untuk regulasi kara tina. Apa yang diatur dalam peraturan yang berlaku maka itu harus ditegakan karena kan virus tak pandang pejabat,” tutur ALvin Lie.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut