Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Trump Sebut Dewan Perdamaian Gaza Bisa Gantikan PBB
Advertisement . Scroll to see content

Kekayaan Taipan Properti Top China Susut Rp430 Triliun, Harta Bos Evergrande 80 Persen Lenyap

Rabu, 26 Januari 2022 - 14:13:00 WIB
Kekayaan Taipan Properti Top China Susut Rp430 Triliun, Harta Bos Evergrande 80 Persen Lenyap
Kekayaan taipan properti top China susut Rp430 Triliun, harta bos Evergrande 80 Persen lenyap . Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Kekayaan taipan properti yang selama ini mendominasi peringkat dalam daftar orang terkaya China turun drastis. Itu karena kampanye yang dilakukan pemerintah untuk meluncurkan reformasi properti nasional. 

Kekayaan kolektif para pendiri di belakang tiga pengembang properti top negara itu menyusut 30 miliar dolar AS atau Rp430,6 triliun sejak Daftar Miliarder Dunia versi Forbes dirilis pada April tahun lalu. 

Penurunan kekayaan secara drastis yang dialami oleh bos Evergrande Hui Ka Yan, Ketua Country Garden Yang Huiyan, dan pendiri Sunac China Holdings Sun Hongbin ini menunjukkan masa kejayaan pertumbuhan penjualan dan keuntungan properti China sebanyak dua digit telah berakhir. Bahkan diperkirakan akan lebih banyak kerugian yang akan mereka derita.

"Real estate mungkin akan diubah menjadi utilitas seperti layanan publik. Margin keuntungan akan dibatasi dan tidak ada yang dibolehkan menghasilkan keuntungan besar," kata Hong Hao, direktur pelaksana dan kepala penelitian di Bocom International di Hong Kong, dikutip dari Forbes, Rabu (26/1/2022). 

Analis mengatakan, Presiden China Xi Jinping mengharapkan pasar properti yang relatif tenang, di mana pengembang membangun perumahan dengan harga lebih terjangkau. Karena itu, dia bertekad untuk membatasi pinjaman berlebihan di sektor ini. 

Selain itu, Xi juga ingin menghentikan kenaikan harga real estat yang meroket, yang telah membebani keuangan rumah tangga rata-rata, menghalangi mereka untuk membelanjakan lebih banyak uangnya untuk bidang-bidang seperti membesarkan anak, dan memperburuk kesenjangan kekayaan yang kian melebar antara si kaya dan si miskin.

Miliarder Hui Ka Yan menanggung beban terberat dari dampak kebijakan tersebut. Evergrande, yang pernah menjadi pengembang terbesar di negara itu berdasarkan kontrak penjualan, telah terjebak dalam krisis likuiditas setelah China menetapkan batas pinjaman dan mengeluarkan kebijakan tiga garis merah pada Agustus 2020.

Hui yang kehilangan 80 persen dari kekayaannya yang dulu senilai 42,5 miliar dolar AS pada 2017, sedang berjuang untuk membayar utangnya lebih dari 300 miliar dolar AS. Sementara hartanya saat ini tercatat 9,1 miliar dolar AS.

Awalnya, karena didorong oleh keyakinan bahwa harga perumahan akan terus naik, dan pendapatan yang diperoleh akan selalu melebihi biaya, Evergrande meminjam uang dari karyawannya, investor ritel, dan berbagai lembaga keuangan termasuk bank dan perusahaan perwalian untuk memperoleh tanah dan membangun apartemen. Namun setelah dana mengering dan harga rumah jatuh, Evergrande menjadi bangkrut. 

Seluruh pasar telah melihat Evergrande mengalami gagal membayar utang. Tidak hanya Evergrande, Kaisa Group, Shimao Group, China Aoyuan Group dan Guangzhou R&F Properties juga mengalami kesulitan. Aksi jual obligasi dan saham terkait sektor ini juga telah meluas ke Country Garden dan Longfor Properties.

Pekan lalu, kegelisahan pasar menyebar ke saham Country Garden yang terdaftar di Hong Kong, yang jatuh 8,1 persen hanya dalam satu hari karena kekhawatiran perusahaan telah gagal mendapatkan dukungan dari investor untuk kesepakatan obligasi konversi. Krisis kepercayaan menyebabkan kekayaan Yang Huiyan turun lebih dari 1 miliar dolar AS hanya dalam satu hari. 

Meskipun kepanikan mereda pada hari berikutnya dan saham pulih, kekayaan bersih Yang telah hilang 6,2 miliar dolar AS sejak April karena saham perusahaannya anjlok lebih dari sepertiga. Ini membuat kekayaannya turun menjadi 23,4 miliar dolar AS.

Sementara itu, peringkat Sunac China Holdings baru-baru ini diturunkan oleh Fitch Ratings dan S&P Global Ratings. Adapun perusahaan-perusahaan yang didukung negara memainkan peran lebih aktif di pasar properti. 

Minmetals International Trust Co., anak perusahaan dari perusahaan BUMN logam dan mineral Minmetals, baru-baru ini mengambil alih dua proyek perumahan Evergrande di Kunming dan Foshan.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut