Kelangkaan Minyak Goreng Murah Masih Terjadi, Buwas: Stok di Kemendag Belum Terpenuhi

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 11 Maret 2022 - 14:54:00 WIB
Kelangkaan Minyak Goreng Murah Masih Terjadi, Buwas: Stok di Kemendag Belum Terpenuhi
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas, membeberkan kelangkaan minyak goreng murah yang masih terjadi disebabkan stok yang dibutuhkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum terpenuhi. 

Hal itu, lanjutnya, membuat Kemendag tak bisa optimal mendistribusikan minyak goreng murah ke masyarakat. Akibatnya, terjadi kelangkaan minyak goreng murah di pasaran dan memicu kontroversi. 

Menurut dia, Kemendag sudah menghitung kebutuhan minyak goreng di masyarakat, dan mengadakan kerja sama dengan produsen minyak goreng untuk memenuhi stok tersebut. 

Pemerintah juga sudah berkomitmen mengucurkan anggaran untuk program minyak goreng murah yang akan didistribusikan selama 6 bulan, terhitung sejak awal tahun ini. 

Namun hingga kini, stok minyak goreng murah yang dibutuhkan Kemendag untuk program tersebut belum juga terpenuhi. Dia menduga ada oknum tertentu yang dengan sengaja melakukan penimbunan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan minyak minyak goreng murah di pasaran. 

"Kementerian Perdagangan sudah menghitung jumlah yang dibutuhkan untuk dalam negeri, untuk kebutuhan masyarakat, tetapi sampai hari ini kok stoknya kosong gitu, pasti ada something dong, yang bisa membuktikan ini dari pihak penegak hukum," ujar Buwas saat ditemui di kawasan pergudangan Bulog, Jakarta, Jumat (11/3/2022). 

Dia mengungkapkan, masalah ini telah diselidiki pihak Kepolisian berdasarkan laporan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Dia pun optimis penegak hukum akan menemukan bukti dan aktor utama dibalik permasalahan komoditas dasar tersebut.

Buwas pun yakin sebelum Ramadhan dan lebaran stok dan harga minyak goreng di pasaran akan kembali normal. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. 

"Dan kita tunggu pihak kepolisian saat ini sedang bekerja dan saya yakin Polisi mudah membuktikan itu, karena mereka sudah didukung oleh peralatan teknologi, mudah-mudahan sebelum puasa ini minyak goreng sudah normal. Kebutuhan konsumsi masyarakat bisa terpenuhi," ungkap Buwas. 

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar penegakan hukum mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan penimbunan minyak goreng atau pangan pokok lainnya. Menurutnya, penimbunan menjadi faktor fundamental kelangkaan dan melonjaknya harga komoditas di masyarakat. 

Selain menindak tegas pelaku penimbunan, Ma'ruf Amin menginstruksikan agar kementerian dan lembaga (K/L) terkait mengambil langkah inisiatif dan strategis agar bisa menekan kenaikan harga komoditas di pasar saat Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2022. 

"Ketiga stabilitas harga jangka pendek dalam menghadapi sampai lebaran, ini jangan sampai terjadi ketidakstabilan harga, karena itu ini agak, ada hubungannnya dengan ketersediaannya pasokan dan juga kelancaran daripada distribusi sehingga stabilitas harga ini bisa dijamin," Kata Ma'ruf Amin.

Wapres juga meminta agar para pelaku bisnis tidak melakukan ekspor komoditi ke negara tujuan ekspor. Larangan itu menyusul terjadinya kelangkaan komoditas di dalam negeri, misalnya kelangkaan minyak goreng yang sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. 

Dia menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Karena itu, pelaku usaha patut mendukung langkah pemerintah.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda