Kembali Mengudara, Emirates Airline Tawarkan Asuransi Khusus ke Penumpang

Djairan ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 19:05:00 WIB
Kembali Mengudara, Emirates Airline Tawarkan Asuransi Khusus ke Penumpang
Maskapai penerbangan Emirates Airline mengajak para calon penumpang untuk kembali terbang setelah menurunya trafik perjalanan udara belakangan ini. (Foto: Ist)

DUBAI, iNews.id - Maskapai penerbangan Emirates Airline mengajak para calon penumpang untuk kembali terbang setelah menurunya trafik perjalanan udara belakangan ini. Namun, ada yang berbeda, Emirates menawarkan asuransi khusus Covid-19 kepada semua penumpang.

Calon penumpang akan diberikan jaminan tanggungan untuk perawatan medis, karantina hotel dan bahkan biaya pemakaman jika mereka terinfeksi virus corona saat bepergian bersama Emirates. Maskapai ini menjadi operator pertama yang menawarkan asuransi tersebut secara gratis tanpa syarat.

"Kami tahu orang-orang sangat ingin terbang kembali, karena kebijakan lockdown di seluruh dunia sudah mulai dibuka kembali. Tetapi tentu penumpang mencari fleksibilitas dan jaminan jika sesuatu yang tidak terduga terjadi selama perjalanan mereka," ujar CEO Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, dalam sebuah pernyataan dikutip dari BBC Selasa (28/7/2020).

Emirates mengatakan, tawaran asuransi tersebut berlaku selama 31 hari sejak awal perjalanan penumpang dan akan segera tersedia serta berlaku hingga akhir Oktober 2020. Asuransi ini gratis tanpa syarat untuk semua pelanggan, tanpa memandang kelas perjalanan atau tujuan dan diterapkan secara otomatis tanpa perlu mendaftar.

Penumpang akan bisa mengklaim asuransi biaya medis hingga 150.000 euro (Rp2,5 miliar). Sedangkan biaya karantina di hotel hingga dua minggu akan dijamin senilai 100 euro (Rp1,7 juta) per hari. Lalu, jika ada penumpang yang meninggal, akan ditanggung biaya pemakamannya hingga 1.500 euro (Rp25,6 juta).

Pengumuman itu muncul ketika operator penerbangaan di seluruh dunia tengah terpukul keras oleh dampak pandemi Covid-19. Awal bulan ini aja, Emirates berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sebanyak 9.000 karyawan.

Editor : Ranto Rajagukguk