Kembangkan Ekosistem Bisnis Umrah dan Haji lewat QLola by BRI
Dia menyebut potensi dana mengendap per tahunnya dari aktivitas jamaah di industri ini yang dapat dikelola melalui institusi perbankan mencapai Rp15,9 triliun yang berasal dari setoran biaya umrah jamaah, airlines, dan travel agent.
Selain itu, lebih dari 2.000 penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi juga turut berperan dalam mendukung ekosistem ini yang mempunyai potensi dana mengendap hingga Rp4,9 triliun, dan airlines yang mempunyai potensi dana mengendap hingga Rp4,5 triliun, sehingga terdapat potensi dana mengendap lebih dari Rp25 triliun.
Agus Noorsanto mengatakan, digitalisasi pada industri umrah juga membuka potensi kolaborasi lintas industri dalam menciptakan inovasi yang berkesinambungan dan memungkinkan penyedia layanan menawarkan aktivitas bisnis yang lebih modern.
"Dengan adanya potensi perputaran uang total penjualan sebesar Rp54 triliun (Tahun 2023) dengan asumsi akuisisi sebesar 10 persen, serta perkiraan dana giro mengendap sebesar Rp25,3 triliun, maka BRI diproyeksikan mendapat tambahan volume bisnis dan transaksi sebesar Rp6 triliun dan penambahan pengendapan dana Rp25,3 triliun per tahunnya," kata Agus Noorsanto.
Dia menyebutkan bahwa potensi value chain ekosistem bisnis umrah saat ini lebih menarik dari segi ekonomi karena memiliki efek rantai nilai yang lebih besar. Bisnis umrah melibatkan berbagai sektor, seperti maskapai penerbangan, hotel, transportasi lokal, hingga jasa keuangan. Fleksibilitas ini memungkinkan travel agent untuk menawarkan layanan yang lebih bervariasi dan kompetitif.