Kemenag Sebut Layanan Penerbangan Haji Garuda 2024 Gagal: Tidak On Time hingga Barang Tak Terbawa
"Kami melihat manajemen garuda gagal dalam memberikan layanan terbaik untuk jamaah haji," ucap dia.
KJRI Jeddah Ingatkan Jemaah Siapkan Tenaga karena Puncak Haji Masih Lama
Kedua, keterlambatan penerbangan. On time performance (OTP) Garuda Indonesia juga sangat buruk. Kemenag mencatat, prosentase keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia sangat tinggi, mencapai 47,5 persen
"Dari 80 penerbangan, 38 di antaranya mengalami keterlambatan. Bahkan ada keterlambatan sampai 3 jam 50 menit. Kalau ditotal, keterlambatan itu mencapai 32 jam 24 menit. Ini tentu sangat disayangkan," ucap Anna.
Musim Haji 2024 Bawa Berkah untuk Produsen Serbuk Jahe Kemasan di Jombang
Ketiga, pecah kloter. Perencanaan Garuda Indonesia juga meleset. Pecah kloter yang awalnya diperkirakan hanya akan terjadi satu kali, ternyata terjadi beberapa kali.
“"Salah satunya pecah kloter dialami UPG-06 karena Garuda tidak bisa menggantikan pesawat yang mesinnya rusak dengan jenis pesawat yang sama. Kami mencatat sampai hari ini sudah ada empat penerbangan yang pecah kloter. Maksudnya, satu kloter jemaah tidak bisa diterbangkan secara bersama-sama," sambungnya.
Salut! 12 Tahun Menabung Hasil Jual Ikan, Nelayan di Semarang Naik Haji