Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Periksa Eks Menhub Budi Karya Sumadi, KPK Usut Mekanisme Pengadaan di DJKA
Advertisement . Scroll to see content

Kemenhub Dorong Maskapai Penerbangan Tebar Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran 2023

Senin, 10 April 2023 - 19:10:00 WIB
Kemenhub Dorong Maskapai Penerbangan Tebar Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran 2023
Kemenhub mengimbau maskapai penerbangan beri diskon untuk mudik lebaran 2023. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong maskapai penerbangan menebar diskon tiket pesawat untuk periode mudik lebaran 2023

Hal itu, disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Internasional, Abdul Hamid Dipopramonono, dalam diskusi pada Forum Medan Merdeka Barat, di Jakarta, Senin (10/4/2023).

Dia menyampaikan, pada musim mudik lebaran 2023, Kemenhub tidak banyak mengintervensi masalah pengaturan harga tiket pesawat. Hal itu, antara lain terlihat dari tidak ada ketentuan baru tarif batas atas dan tarif batas atas untuk angkutan penerbangan. 

Meski demikian, lanjutnya, operator penerbangan diharapkan bisa berinisiatif untuk memberikan diskon-diskon tiket pesawat murah untuk masyarakat.

"Tahun ini kan (batas atas) tetap atau tidak diubah dalam lebaran ini, hanya diimbau untuk memberikan kemudahan dan Keringanan untuk masyarakat, sejauh mampu, maskapai itu berilah," kata Abdul Hamid. 

Menurut dia, ada korelasi antara keterjangkauan tiket transportasi dengan menurunkan tingkat kecelakaan. Misalnya, dengan tiket yang lebih murah bakal meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.

Sebab jika menggunakan kendaraan umum, sudah dibentuk sistem penyelenggaraan Tranportasi yang berorientasi pada keselamatan penumpang. Misal angkutan darat Dishub melakukan Rampchek, yang wajib di ikuti oleh operator bus, demikian kereta api, atau pesawat.

Namun standar operasional keselamatan terkadang tidak ada acuan baku atau sebuah aturan kewajiban seperti melakukan rampchek atau sejenisnya untuk para pengguna kendaraan pribadi. Belum lagi adanya penurunan jumlah pemudik yang menggunakan motor, yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang tertinggi.

"Sebetulnya secara ekonomi kalau penumpangnya banyak, harga diturunkan kan ketemu juga gede, kalau penumpangnya sedikit atau kosong harga mahal. Oleh sebab itu dihimbau untuk memberilah diskon, kan setahun cuma dua kali, natal dan lebaran, jadi dihimbau saja, jadi penentuan tarif tetap melalui regulasi yang namanya batas atas bawah," tutur Abdul Hamid.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut