Kemenhub Kerja Sama dengan Arab Saudi dan Brunei Darussalam Tingkatkan Keselamatan Pelayaran
JAKARTA, iNews.id– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjalin kerja sama dengan Arab Saudi dan Brunei Darussalam untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan pelayaran. Kerja sama juga dilakukan dengan organisasi nirlaba International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities IALA.
Adapun kerja sama tersebut terjalin di sela-sela kegiatan Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) di London, Inggris, Selasa (28/11/2023).
"Harapannya kerja sama tersebut dapat meningkatkan aspek pelayanan dan keselamatan pelayaran nasional," kata Menteri Perhubungan (Menhuv), Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, Kamis (30/11/2023).
Menhub menjelaskan, dengan Arab Saudi, dilakukan penandatanganan MoU on the Recognition of Standard Training Certification and Watchkeeping for Seafarer (STCW) Certificates, oleh Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi dengan Acting President Public Transport Authority Kingdom of Saudi Arabia Rumaih Al-Rumaih.
Menhub Sebut Abu Dhabi Port Minat Kelola Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban
Kerja sama dengan Arab Saudi bertujuan mewujudkan saling pengakuan antarkedua negara terkait pendidikan dan pelatihan maritim, dan sertifikat keahlian pelaut, sertifikat kesehatan untuk bekerja diatas kapal, sesuai dengan standar internasional.
“Kita ingin memastikan bahwa pelaut Indonesia menerima pelatihan dengan kualitas terbaik yang mematuhi standar internasional dan berkontribusi terhadap kelangsungan keselamatan laut kita,” ujar Budi Karya.
Kemenhub Gandeng Konsultan Internasional untuk Atasi Masalah Roda LRT Jabodebek
Sementara itu dengan IALA, dilakukan penandatanganan MoU kerja sama maritim oleh Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi bersama Sekretaris Jenderal IALA Francis Zachariae.
Adapun ruang lingkup kerja sama dilakukan dalam rangka menjaga keandalan perangkat keselamatan pelayaran dan peningkatan kualitas SDM pelayaran sesuai dengan standar internasional.
IALA sebagai lembaga internasional telah memberikan kontribusi yang signifikan secara global dalam membentuk peraturan khususnya untuk bantuan navigasi dan pelayanan lalu lintas Kapal.
Sesuai tugasnya, IALA akan menyediakan dan mengoperasikan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Vessel Trafic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP) di perairan Indonesia, serta pengembangan konsep e-Navigation.
“Kerja sama dengan IALA diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi Kenavigasian serta perlindungan maritim laut di perairan Indonesia,” tutur Menhub.
Selanjutnya dengan Brunei Darussalam, dilakukan penandatanganan MoU Concerning Cooperation In The Field Of Merchant Shipping and Port Operations oleh Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi dengan Interim Chief Executive of Maritime and Port Authority of Brunei Darussalam Haji Mohd Salihin Haji Aspar.
Kerja sama dengan Brunei Darussalam bertujuan untuk memfasilitasi dan meningkatkan kerja sama di bidang pelayaran niaga dan operasional pelabuhan.
“Kerja sama ini diharapkan akan memberikan peluang terbukanya konektivitas laut yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan perdagangan antar negara, serta hubungan antar masyarakat kedua negara,” kata Budi Karya.
Editor: Jeanny Aipassa