Kemenkop UKM Libatkan Pebisnis Disabilitas di Forum B20 G20 Digital Economy

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 09 Agustus 2022 - 17:15:00 WIB
 Kemenkop UKM Libatkan Pebisnis Disabilitas di Forum B20 G20 Digital Economy
Pameran karya penyandang disabilitas binaan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia di Event B20 G20 Digital Economy to Support SDGs, yang digelar di Hotel Hilton, Nusa Dua Bali, Senin (8/8/2022). (Foto: Istimewa)

BALI, iNews.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melibatkan pebisnis disabilitas di forum Quarterly Seminar 3 Side Event B20 G20 Digital Economy to Support SDGs, yang digelar di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Senin (8/8/2022). 

Dalam forum yang mengusung tema "Spirit No One Behind”, Kemenkop UKM memberi kesempatan kepada pelaku bisnis dari kaum disabilitas binaan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) untuk memamerkan karya yang meliputi craft, kuliner, dan eksibisi keterampilan disabilitas yang telah dididik melalui PTI Academy batch 1 dan 2.

Kegiatan tersebut dibuka Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara daring. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny Gerad Plate, Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Duta Besar India, Manoj Kumar Bharti.

Dalam sambutannya, Teten Masduki mengatakan, pemilihan tema "Spirit No One Behind" sesuai dengan fokus agenda presidensial G20, dalam digital transformation. Hal itu, lanjut dia, terkait dengan upaya mempersiapkan landscape baru kerja sama antar negara dan stakeholder guna memastikan kesejahteraan bersama di Indonesia.

"Berbicara mengenai ekonomi digital, tentu sangat lengkap dengan memanfaatkan aspek tekonolgi digital terkait proses bisnis UMKM dan koperasi,” ujar Teten. 

Menurut dia, pemanfaatan ekonomi digital saat ini juga menjadi perhatian bagi pengembangan proses bisnis UMKM dan koperasi. Terkait dengan itu, Teten Masduki mendorong para pelaku UKM dan pebisnis dari kalangan disabilitas agar menguasai ekonomi digital, seiring transformasi digital yang terjadi pada hampir semua aspek kehidupan.

Berdasarkan data dari Kemenkop dan UKM sebanyak 86 persen dari seluruh pelaku UMKM di Indonesia sangat bergantung pada internet untuk menjalankan kegiatan usahanya. 

Data Kemenkop dan UKM juga mencatat, sekitar 73 persen pelaku UMKM telah memiliki akun pada lokapasar digital, dan 82 persen berpromosi melalui internet. Hal ini menunjukkan, kalangan UMKM yang berkontribusi hingga 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia memiliki peran utama dalam peta ekonomi digital di Tanah Air.

Sementara Ketua Umum PTI, Myra Winarko, mengemukakan dukungan dari Kemenkop UKM yang melibatkan pebisnis disabilitas di forum B20G20 dapat membuka peluang bagi 31 juta kaum disabilitas di Indonesia.

"Dalam kesempatan ini, kami tidak sekedar memamerkan dan menjual karya anak didik kami. Lebih jauh untuk membukakan link bisnis bagi kaum disabilitas. Kegiatan ini sangat kami syukuri, berharap bisa lebih membukakan peluang bagi kaum disabilitas yang ada di Indonesia agar bisa berdaya secara ekonomi," tutur Myra.

Untuk diketahui, Yayasan PTI merupakan inkubator bisnis bagi kaum disablitas. Itu sebabnya, Kemenkop dan UMKM menggandeng PTI agar dapat melanjutkan langkah berkesinambungan untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan (Digital Economy to Support SDGs"). 

"InsyaAllah kami akan menjawab tantangan pak Menteri terkait ekosistem digitalisasi bagi kaum disabilitas dari hulu ke hilir," kata Myra.

Dia menjelaskan, PTI sudah menjalankan fungsinya dengan membina berbagai komunitas disabilitas di berbagai belahan Indonesia. Di antaranya adalah komunitas disabilitas mental retardation (keterbelakangan mental) di Bandung Jawa Barat yang memproduksi Telur Asin. 

Kemudian, pelatihan Make Up Artist bagi bisu dan tunarungu, pelatihan melukis, dan pelatihan memasak. Para lulusan Pelatihan PTI ini rata-rata sudah mandiri, bahkan beberapa di antaranya telah mampu masuk pasar kerja sebagai tenaga profesional. 

Myra menambahkan, PTI sebagai inkubator bisnis juga menggandeng beberapa perusahaan besar dan perbankan, untuk terus melakukan pembinaan dan pemasaran secara digital. 

"Ke depan bahkan kami berencana membuat Platform sendiri, selain memberikan pelatihan-pelatihan pada disabilitas agar masuk ke dunia digital secara mandiri," ungkap Myra.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda