Kementan Sebut Neraca Perdagangan Pertanian RI Surplus atas China
JAKARTA, iNews.id - Neraca perdagangan Indonesia untuk komoditas pertanian dinilai masih positif. Bahkan, neraca perdagangan pertanian atas China tercatat surplus pada tahun lalu.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor produk pertanian senilai 3,89 miliar dolar AS. Sementara impor 1,87 miliar dolar AS.
"Sehingga di tahun 2019, Indonesia surplus senilai 1,87 miliar dolar AS dari China," ujar Kuntoro melalui keterangan tertulis, Senin (25/5/2020).
Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi dari sisi nilai. Volume, ekspor pertanian, kata dia, mencapai 5,75 juta ton atau tumbuh 49,86 persen dibandingkan tahun 2018.
Impor Sayuran Melonjak, Ini Penjelasan Kementan
"Khusus sektor hortikultura pun neracanya tumbuh positif hingga 8,25 persen," ujarnya.
Tren positif tersebut, menurut Kuntoro, berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari-Maret, neraca perdagangan khusus pertanian surplus 164 juta dolar AS atas China.
"Ini adalah dampak positif penguatan produksi dalam negeri dan membuka akses pasar ekspor yang dilakukan pemerintah. Produksi aneka sayuran 2019 mencapai 13,4 juta ton atau naik 2,67 persen dari sebelumnya. Kami sepakat bila inovasi dan upaya pemenuhan kebutuhan nasional, penting dilakukan simultan," tuturnya.
Kuntoro menambahkan, pemerintah terus memacu sentra-sentra produksi baru berbasis keunggulan wilayah, agar produk pertanian mampu berkembang, menguntungkan petani dan memenuhi sendiri kebutuhan nasional, serta mengurangi ketergantungan impor.
Editor: Rahmat Fiansyah