Keranjingan Bitcoin, Raja Mode "Bling-bling" Jerman Nobatkan Diri Jadi Raja Kripto
BERLIN, iNews.id - Desainer ternama Jerman, Philipp Plein, baru-baru ini membuat pengumuman di akun Instagram-nya bahwa dia tengah keranjingan Bitcoin dan menjadi investor mata uang kripto.
Berbagi cerita dengan 2,2 juta pengikutnya di akun Instagram @philippplein, desainer kontroversial yang mendapat julukan Raja "Bling-bling" itu, menobatkan dirinya sebagai "Raja Kripto".
"Saya seorang investor krypto dan saya percaya pada masa depan kripto. Inilah mengapa saya memutuskan untuk menawarkan metode pembayaran ini di toko saya dan secara online!!!! Bersenang-senanglah teman-teman dan nikmati menembak KOIN KRIPTO di toko kami, mari kita bersama-sama membuat SEJARAH," tulis Philipp Plein di akun Instagramnya.
Philipp Plein kerap membuat kontroversi dan dikenal dengan perilaku dan karyanya yang terkadang dinilai norak bagi mode kelas atas. Namun bisnis fesyennya sukses besar bahkan masuk dalam kategori brand mewah.
Daftar selebriti dunia yang telah bekerja sama dan menjadi pelanggan Philipp Plein, antara lain Paris Hilton, Floyd Mayweather, dan Naomi Campbell.
Pada Selasa (3/8/2021), Philipp Plein menyatakan mulai menerima pembayaran dengan 15 mata uang kripto, seperti Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum, di rumah modenya, dan juga di toko online.
"MALAM INI PUKUL 20.00 kami mulai menerima 15 MATA UANG CRYPTO yang berbeda secara online di PLEIN.com dan juga di TOKO kami," bunyi peryataan Philipp Plein, melalui akun Instagram resminya, @philippplein, Selasa (3/8/2021).
Pernyataan itu, disampaikan Philipp Plein setelah bermitra dengan perusahaan pembayaran kripto, Coinfy, yang baru-baru ini diakuisisi broker kripto, Voyager Digital, seharga 84 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Philipp Plein mengatakan, menerima pembayaran dalam bentuk aset digital, dan mendukung pelanggan yang ingin membayar dengan 15 mata uang kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Litecoin, dan Tether.
Pengumuman tersebut, menjadikan Philipp Plein sebagai merek mewah besar pertama yang menerima mata uang kripto. Sebelumnya pada Mei 2021, raksasa mode Italia, Gucci, mulai menjual token non-fungible (NFT) berdasarkan koleksi musim seminya.
Editor: Jeanny Aipassa