Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dianggap Bohongan, Rini: Memang Makan Waktu
JAKARTA, iNews.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno angkat bicara terkait spekulasi sejumlah pihak yang menganggap proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung jalan di tempat. Nyatanya, realisasi proyek itu justru menujukkan tanda kemajuan.
Dia melaporkan, pembabasan lahan untuk proyek itu sudah mencapai 54%. Hal ini menandakan bahwa progres pembangunan yang akan memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat setempat tersebut masih on the track.
Salah satu kemajuan dalam proyek itu adalah pembebasan lahan di salah satu titik di Jawa Barat. “Di Walini Jawa Barat (sudah),” kata Rini di Jakarta, Jumat (3/11/2017)
Untuk mempercepat pembebasan lahan yang lain, Rini mengatakan, bujet pendanaan akan dihimpun dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau loan China. Adapun total dana ditambah KTA China, maka bujet yang dikumpulkan bisa mencapai USD200 juta. Bila tidak ada aral melintang, KTA itu akan cair pada pertengahan November.
“Memasukkan modal kebanyakan modal kita tanah termasuk tanah Walini, dari China sudah masukkan modal. Jadi total kita ada dana secara tunai USD200 juta ini sudah kita pakai, insya Allah pinjaman ini akan cair pertengahan November ini,” kata dia.