Ketua DPD Sambut Investasi Jumbo Nestle di Batang karena Buka Lapangan Kerja

Antara · Sabtu, 22 Mei 2021 - 17:15:00 WIB
Ketua DPD Sambut Investasi Jumbo Nestle di Batang karena Buka Lapangan Kerja
Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattaliti. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattaliti menyambut baik investasi PT Nestle Indonesia yang akan membangun pabrik baru di Batang Industrial Park, Jawa Tengah. Pasalnya, investasi itu akan membuka lapangan kerja sekaligus peluang peternakan sapi perah bagi petani.

"Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan pabrik menciptakan usaha baru seperti pemasok bahan baku susu segar dan bahan pendukung lainnya," ujar LaNyalla, Sabtu (22/5/2021)

Untuk diketahui, PT Nestle Indonesia mengucurkan investasi 220 juta dolar AS atau setara Rp3,14 triliun untuk membangun pabrik Bandaraya dan peningkatan kapasitas di tiga pabrik lainnya. Kapasitas produksi pabrik Bandaraya rencananya mencapai 775.000 ton per tahun dan akan mulai beroperasi 2023.

Sejauh ini, Nestle Indonesia telah membeli lebih dari 750 ribu liter susu segar dari 26 ribu peternak sapi perah yang tergabung di 42 koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar di pabrik yang ada di Kejayan, Jatim.

"Ini peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha peternakan mengingat kebutuhan bahan baku susu akan sangat tinggi. Dinas Peternakan perlu membantu mempersiapkan usaha pengembangan sapi perah," kata LaNyalla.

Kendati demikian, senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar usaha perkoperasian, peternakan sapi perah serta bahan baku pendukungnya perlu dipersiapkan dengan manajemen yang profesional baik sebagai kemitraan maupun pemasok biasa.

"Perlu adanya bantuan teknis dan keuangan dari produsen maupun instansi terkait untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi," imbuh LaNyalla.

Pabrik baru yang akan dibangun di atas tanah seluas 19,8 hektare itu nantinya akan memproduksi produk susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo serta Nescafe.

"Kita apresiasi investasi seperti ini karena mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Selain itu penghidupan para peternak sapi perah akan lebih baik dengan terserapnya sebanyak mungkin bahan baku lokal," ucap LaNyalla.

Editor : Rahmat Fiansyah