Ketua MPR Dorong Pemerintah Tetap Hati-Hati Kelola Ekonomi 2020

Ilma De Sabrini ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 11:33 WIB
Ketua MPR Dorong Pemerintah Tetap Hati-Hati Kelola Ekonomi 2020

Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta tetap hati-hati dalam mengelola perekonomian tahun depan. Kondisi ekonomi global dinilai masih dilanda ketidakpastian.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja pemerintah yang berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi nasional 2019 di kisaran 5 persen. Dia menyebut, kinerja itu tetap patut disyukuri di tengah situasi yang belum kondusif.

"Gambaran tentang indikator pertumbuhan ekonomi ini seharusnya menjadi faktor pembangkit optimisme masyarakat," kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, Minggu (29/12/2019).

Menurut dia, kinerja perekonomian nasional yang positif berkat pengelolaan yang berlandaskan penuh kehati-hatian. Dinamika perekonomian global tahun 2020 dinilai masih akan sama dengan tahun ini.

"Dari aspek pertumbuhan tetap kurang prospektif. Faktor penyebab ketidakpastiannya tetap sama, yakni berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok, plus faktor rumitnya pemisahan Inggris dari perekonomian atau pasar tunggal UE (Uni Eropa) alias Brexit. Bahkan ada potensi terjadinya eskalasi ketidakpastian oleh faktor AS," kata dia.

Di Negeri Paman Sam, Politikus Partai Golkar itu menyebut ketidakpastian berkisar pada kisruh proses pemakzulan Presiden Donald Trump serta faktor pemilihan Presiden AS November 2020. Dunia, termasuk pelaku bisnis biasanya akan menunggu sosok yang akan terpilih menjadi Presiden AS.

Bamsoet meminta pemerintah untuk menjaga sumber kekuatan dari pertumbuhan ekonomi RI, yaitu konsumsi domestik yang porsinya mencapai lebih dari 50 persen. Oleh karena itu, dia mendorong agar kebijakan baru yang berpotensi memperlemah daya beli masyarakat bisa dihindari.

"Rencana kebijakan menaikkan iuran BPJS misalnya, kalau masih bisa ditunda, tak ada salahnya jika diterapkan di kemudian hari. Kebijakan lain yang berpotensi menaikkan harga barang dan jasa pun hendaknya dipertimbangkan dengan matang dan jangan dipaksakan," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah