Khawatir Kasus Jiwasraya, Garuda, dan Waskita Jerat BUMN Lain, Ini Pesan Wamen Tiko
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, khawatir kasus PT Jiwasraya (Persero), PT Garuda Indonesia Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk dapat menjerat BUMN lainnya.
Menurut dia, kegagalan tata kelola dan tindak pidana korupsi yang menjerat 3 BUMN tersebut jangan sampai merambah ke perusahaan pelat meah lainnya. Unuk itu, penerapan tata kelola dan manajemen risiko secara komprehensif wajib dilakukan.
Wamen BUMN, mengatakan pihaknya telah mewajibkan BUMN strategis di luar sektor keuangan untuk menerapkan manajemen risiko. Salah satunya dengan menempatkan menempatkan adanya Direktur Manajemen Risiko
Pria yang akrab disapa Tiko itu menyebut Direktur Manajemen Risiko bertugas memastikan bahwa BUMN dalam pertumbuhannya bisa terkendali baik strategi bisnis, penerapan keuangannya, maupun operasinya.
Penyelewengan Dana Pensiun BUMN, Erick Thohir: Berawal dari Kasus Jiwasraya
"Semuanya risikonya terjaga sangat baik sehingga tidak terjadi lagi failure (kegagalan) seperti Jiwasraya, seperti Garuda, seperti Waskita, tidak terulang lagi," ujar Tiko saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2023).
Kementerian BUMN, lanjut dia, meminta agar perusahaan menjalankan bisnis dengan hati-hati, mitigasi risiko yang lengkap, dan dengan linca menghadapi berbagai faktor-faktor internal maupun external.
Intip Rencana Besar Erick Thohir Merger Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air
Sebagai hasil akhir Kementerian BUMN menginginkan dalam 5-10 tahun ke depan, bukan hanya lima BUMN bisa masuk di dalam Forbes atau Fortune, namun ada 10-12 perusahaan yang bisa berada di posisi tersebut.
"Saat kita di tier dua, ada perusahaan seperti MIND ID, seperti IFG, seperti holding yang lain-lain, yang kita harapkan seperti Pelindo, yang diharapkan jadi nantinya second tier company akan masuk ke dalam Forbes and Fortune List di masa depan," ungkap Tiko.
Editor: Jeanny Aipassa