Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Ada Pendatang Baru!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Dato Sri Tahir, Anak Pembuat Becak Sukses Jadi Konglomerat Berharta Rp35 Triliun

Minggu, 16 Oktober 2022 - 12:48:00 WIB
Kisah Dato Sri Tahir, Anak Pembuat Becak Sukses Jadi Konglomerat Berharta Rp35 Triliun
Kisah Dato Sri Tahir, anak pembuat becak sukses jadi konglomerat berharta Rp35 triliun. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dato Sri Tahir dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Dia merupakan pemilik Mayapada Group, yang meliputi sektor perbankan, properti, rumah sakit, dan lain-lain. 

Tahir merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Dalam data Real Time Billionaires Forbes, kekayaannya saat ini tercatat sebesar 2,3 miliar dolar AS atau setara Rp35,6 triliun. 

Tahir yang memeiliki nama asli Ang Tjoen Ming lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952. Dia adalah anak dari Ang Boen Ing dan Lie Tjien Lien. Ayahnya adalah pembuat becak, dan ibunya membantu mengecat becak. 

Tahir mengenyam pendidikan di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya. Kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi namun harus putus kuliah karena ayahnya sakit keras. 

Kendati demikian, pada usia 20 tahun dia mendapatkan beasiswa untuk mengenyam pendidikan di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Di sana, dia membeli pakaian dan sepeda untuk dijual di Indonesia.  

Akhirnya setelah lulus, dia membuka bisnis garmen. Bisnis garmennya cukup membuahkan hasil dan pada usia 35 tahun, dia melanjutkan pendidikan di bidang keuangan di Golden Gates University, Amerika Serikat. 

Setelah sukses dengan bisnis garmennya, Tahir mulai memberanikan diri merambah bidang lain. Dia pun mendirikan Mayapada Group pada 1986 dan mulai ekspansi bisnis di bidang otomotif, perbankan, dan kesehatan. 

Pada 1990, Bank Mayapada lahir dan menjadi bisnis andalan dari Mayapada Group. Lalu, krisis moneter pada 1998 datang menghantam berbagai sektor industri, termasuk perbankan. Namun, Bank Mayapada tetap bertahan dan berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa pada saat itu. 

Setelahnya, bisnis yang dijalankan Tahir terus berkembang dan menyasar berbagai sektor seperti kesehatan, media, dan lainnya. Dia juga mendirikan yayasan nirlaba Tahir Foundation. 

Meski memiliki kekayaan berlimpah, namun pengusaha 70 tahun itu pernah makan bakmi dicampur nasi. Hal itu dia ceritakan di kanal YouTube sang anak, Grace Tahir, beberapa waktu lalu. 

"Pasti sering dong (makan bakmi pakai nasi), waktu kita enggak punya uang," kata Tahir, menjawab rasa penasaran netizen

Selain itu, dia juga pernah menggunakan pasta gigi sampai dilipat-lipat agar bisa keluar sampai sisa terakhir.

"Of course, i am doing," ujarnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut