Kisah Konglomerat Berharta Rp98 Triliun, Dulunya Hidup Susah Tak Bisa Beli Beras 

Viola Triamanda · Jumat, 05 Agustus 2022 - 06:45:00 WIB
Kisah Konglomerat Berharta Rp98 Triliun, Dulunya Hidup Susah Tak Bisa Beli Beras 
Terry Gou, konglomerat berharta Rp98 triliun, dulunya hidup susah tak bisa beli beras. Foto: Reuters

TAIPEH, iNews.id - Terry Gou dikenal sebagai pendiri Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau yang juga dikenal dengan Foxconn. Perusahaan pembuat komponen elektronik multinasional asal Taiwan yang didirikan pada 1974 itu adalah pemasok beberapa perusahaan terbesar di dunia, seperti Apple Inc.

Foxconn saat ini merupakan salah satu perusahaan manufaktur kontrak elektronik terbesar dengan bisnisnya yang tersebar di seluruh dunia. Dengan kesuksesan Foxconn, membuat Gou menjadi salah satu orang terkaya di Taiwan. Dia berada di peringkat keenam orang paling kaya di negara itu tahun ini menurut data Forbes, dengan kekayaan saat ini mencapai 6,6 miliar dolar AS atau setara Rp98,3 triliun. 

Namun perjalanannya mencapai kesuksesan, penuh liku. Dia yang lahir dari dari orang tua imigran yang melarikan diri dari China ke Taiwan ini sempat hidup susah. Meski ayahnya seorang polisi, namun mereka tidak mendapatkan rumah, sehingga keluarganya harus hidup berdesakan di sudut kuil Tao di sebelah stasiun. 

Mengutip Nikkei Asia, saat beranjak dewasa, dia bekerja di industri pembuatan karet dan medis hingga berusia 24 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk memulai perusahaan sendiri, Hon Hai yang membuat suku cadang pesawat televisi. 

Namun krisis minyak di era 1970-an dan resesi menjadi pukulan telak bagi perusahaannya. Seorang teman yang telah menginvestasikan modal awal meninggalkan tim manajemen sepenuhnya. Pada titik terendah, dia tidak mampu membeli beras untuk makan anak-anaknya. Orang tua Gou akhirnya meminjamkan uang kepadanya untuk bertahan hidup. 

Berbekal pinjaman dari orang tuanya juga, Gou memproduksi konektor untuk komponen perangkat komputer. Dia juga tidak sungkan untuk mendekatkan diri dengan para pesaingnya demi mendapatkan nasihat.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda