Kisah Miliarder Thomas Tull, Berawal dari Bisnis Bengkel Mobil hingga Jadi Produser Film

Aditya Pratama ยท Minggu, 28 November 2021 - 09:05:00 WIB
Kisah Miliarder Thomas Tull, Berawal dari Bisnis Bengkel Mobil hingga Jadi Produser Film
Pendiri Tulco LLC, Thomas Tull (foto: Forbes)

JAKARTA, iNews.id - Thomas Tull merupakan seorang pengusaha, miliarder, dan produser film Amerika. Tull juga pendiri Tulco LLC sebuah perusahaan sebuah perusahaan induk investasi yang berinvestasi di Artificial Intelligence (AI), dan dia pemilik sebagian kecil dari Pittsburgh Steelers.

Dilansir dari CNBC, Tull mungkin paling dikenal sebagai pendiri dan mantan CEO Legendary Entertainment, yang ikut memproduksi banyak film laris Hollywood termasuk "Jurassic World," "The Hangover" dan "The Dark Knight". Dia telah menjual perusahaan tersebut pada tahun 2016 seharga 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp50,46 triliun.

Namun, yang mungkin tidak diketahui banyak orang bahwa Tull memulai usahanya dengan bisnis binatu dan bengkel mobil di kota asalnya di Endwell, New York, sebelum menghasilkan kekayaannya saat ini, yang kemudian membeli dan menjual beberapa kantor pajak dan akuntansi di akhir tahun 90-an.

Menurut Forbes, saat ini Tull memiliki kekayaan sekitar 2,9 miliar dolar AS atau setara Rp41,81 triliun. Tull mengatakan, dia selalu ingin menjadi pengusaha karena dia ingin melihat apakah idenya akan berhasil.

“Merupakan perasaan yang kuat untuk memiliki ide dan menyaksikannya menjadi hidup,” ujar Tull kepada CNBC Make It dikutip, Minggu (28/11/2021).

Tull menceritakan masa kecilnya, di mana dia bersama dua adik perempuannya dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang tinggal di bagian utara New York, AS. Untuk membantu ibunya, Tull melakukan berbagai macam pekerjaan pada usia sangat muda, mulai dari menyekop salju hingga memotong rumput 

Pada usia 20 tahun, Tull ingin memiliki usaha sendiri dan tidak ingin bekerja untuk orang lain. Adapun bisnis pertamanya pada awal tahun 1990-an adalah bengkel mobil. 

Seiring berjalannya waktu, bengkel mobilnya harus gulung tikar, dan beberapa saat setelahnya Tull mendirikan usaha binatu atau tempat laundry.

"Sejak usia muda, saya tahu bahwa saya tidak ingin bekerja untuk orang lain. Mungkin akan menjadi buruk bagi orang itu jika saya melakukannya. Saya ingin memiliki kendali atas nasib saya dan menguji ide-ide dan teori bisnis saya. Saya tidak hanya akan duduk-duduk dan mengeluh, atau memimpikan sesuatu, saya ingin benar-benar melakukannya," kata dia.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: