Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Segera Kumpulkan Kepala Daerah usai Tahun Baru, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

KLHK dan Kemenparekraf Kolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi

Rabu, 24 Februari 2021 - 21:00:00 WIB
KLHK dan Kemenparekraf Kolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (Foto: Kemenparekraf).
Advertisement . Scroll to see content

Sebagai contoh di Labuan Bajo, ada tiga wisata yang di coba disusun. Misalnya Pulau Komodo sebagai atraksi alam yang sangat eksklusif dan terbatas. Pulau Rinca sesuai pemikiran Gubernur NTT digunakan untuk display satwa yang tidak menganggu ekosistem. Serta ada Pulau Padar untuk selfie dan wisata lainnya.

"Dari Labuan Bajo ini ada PR yang disampaikan ibu Menteri KLHK sampaikan kepada saya, bagaimana kita bisa memberikan standar NPSK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) agar wisata yang tertata seperti itu bisa di susun standarisasinya," katanya.

"Kita ada keinginan betul langkah konkret agar ekosistem ini tidak terganggu. Harapan kami daya tarik wisata alam yang kebanyakan ada di kawasan konservasi misalnya di 5 destinasi wisata super prioritas. Misalnya di Danau Toba ada Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Di Borobudur ada Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Di Lombok Mandalika ada Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Tambora, Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Di Likupang ada Taman Nasional Bunaken. Di Labuan Bajo ada Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu," ucap Sandiaga.

Menurut Sandiaga, jumlah kunjungan ke daerah wisata alam ini bisa juta dimana  terakhir sebelum Covid-19 bisa mencapai 10 juta pengunjung. Dia ingin pola perjalanan dari ekspedisi wisata berbasis konservasi ini bisa mampu meningkatkan kemapuan inovasi dan adaptasi. Terutama ini ada peta perjalanan Three Link Volcano in Tropical Archipelago, dari Jakarta ke Bandung, dari Bandung ke Gunung Merapi dan Gunung Semeru, Gunung Kelud, Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Ijen, Gunung Tambora, dan Gunung Rinjani.

"Ini yang menurut saya sangat potensi untuk dikembangkan. Kami merekomendasikan model manajemen kolaborasi dalam pengelolaan agar melibatkan kedua belah pihak dan status kawasan konservasi taman nasional atau TWA menjadi daya tarik wisata dan destinasi pariwisata nasional terutama terkait aspek visitor management, dan carrying capacity dalam bingkai kualitas dan pariwisata berkelanjutan, juga penerapan asesmen, monitoring, observasi, sertifikasi, modeling, dan prototipe dari Pariwisata yang berkelanjutan. Kami sepakat membentuk tim kecil, yang menjadi PIC pak Frans Teguh, semoga membawa langkah dan hasil yang konkret untuk pariwisata berbasis konservasi dan tentunya harus berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut