Konflik China-Taiwan Memanas, Bagaimana Nasib Investasi Foxconn ke Indonesia?

Iqbal Dwi Purnama · Senin, 08 Agustus 2022 - 19:35:00 WIB
Konflik China-Taiwan Memanas, Bagaimana Nasib Investasi Foxconn ke Indonesia?
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, seusai konferensi pers dikantornya, Senin (8/8/2022). (Foto: MPI/Iqbal Dwi Purnama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai dampak konflik China-Taiwan terhadap investasi di Indonesia. 

Menurut dia, konflik China-Taiwan yang memanas belakangan ini, tak akan memengaruhi minat investor dari kedua negara untuk berinvestasi di Indonesia. 

Seperti diketahui bahwa salah satu perusahan besar asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau Foxconn, bakal melakukan investasi di Indonesia. 

Meski saat ini situasi politik dan keamanan memanas  di China dan Taiwan, Bahlil optimistis hal itu tidak akan mengurungkan niat Foxconn untuk berinvestasi di Indonesia.

Saat ini, lanjutnya, perusahaan asal Taiwan itu sedang melakukan proses Feasibility Study yang rencananya selesai sekitar akhir kuartal III tahun 2022. Selanjutnya, proses pembangunan industrinya akan dimulai pada kuartal IV tahun ini.

"Foxconn sekarang lagi proses FS doain insyaallah begitu FS selesai di kuartal III, di kuartal 3 akhir atau kuartal 4 sudah mulai pembangunan industrinya. Tidak lah (berpengaruh) dagang kok," kata ujar Bahlil, seusai konferensi pers dikantornya, Senin (8/8/2022).

Foxconn merupakan sebuah produsen elektronik multinasional yang berkantor pusat di Tucheng, New Taipei City, Taiwan. Bahlil menyebut kehadiran produsen elektronik multinasional tersebut nantinya bakal menggarap ekosistem kendaraan listrik.

Bahkan sejak Januari 2022 yang lalu perusahaan awal taiwan tersebut juga sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Indonesia.

Disamping itu Foxconn bakal bekerja sama dalam menggarap baterai listrik, kendaraan roda dua berbasis listrik, hingga kendaraan roda dua yang juga menggunakan tenaga listrik.

Bahlil menargetkan perushaan besar tersebut nantinya bakal mulai membangun pabriknya pada akhir tahun ini, salah satu lokasi yang menjadi pilihan adalah KIT (Kawasan Industri Terpadu) Batang, Jawa Tengah.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda