Konsumsi BBM Subsidi untuk Transportasi Melonjak, Luhut Dorong Optimalkan Penggunaan BEV

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 12 Juli 2022 - 18:13:00 WIB
 Konsumsi BBM Subsidi untuk Transportasi Melonjak, Luhut Dorong Optimalkan Penggunaan BEV
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mendorong masyarakat optimalkan penggunaan produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Hal itu, terkait dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi yang melonjak di tengah lonjakan harga minyak dan gas dunia, sehingga membebani anggaran subsidi BBM oleh pemerintah.

Dia mengungkapkan, di tengah kenaikan harga minyak dunia, subsidi BBM jenis pertalite dan solar untuk mobil penumpang diperkirakan mencapai Rp19,02 juta per mobil per tahun. Sedangkan untuk sepeda motor mencapai Rp3,17 juta per motor per tahun. 

"Subsidi mobil penumpang diperkirakan mencapai Rp19,02 juta per mobil per tahun. Sementara, sepeda motor diperkirakan mencapai Rp3,17 juta per motor per tahun," ungkap Luhut, Selasa (12/7/2022). 

Di lain sisi, sektor transportasi menyumbang 47 persen polusi udara di Indonesia. Bahkan kontribusi polusinya meningkat hingga 70 persen di wilayah perkotaan. 

"Melalui gambaran data tersebut, sekali lagi saya tekankan, perlu adanya niat, tekad, dan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder, baik dari pemerintah maupun dari seluruh lapisan masyarakat, agar penggunaan BEV (Battery Electric Vehicle) dapat segera dioptimalkan," ujar Luhut. 

Dia menjelaskan, penggunaan produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau BEV produksi dalam negeri merupakan satu skema transformasi ekonomi hijau. Pemerintah pun bekerja sama dengan Grab Indonesia guna menyediakan aplikasi Grab Electric di berbagai layanan dengan total 8.500 armada.

Kolaborasi ini, lanjut Luhut, dapat menekan pulusi di dalam negeri. Bahkan, menjadi era baru transportasi, industri, hilirisasi, hingga ekosistem penunjang BEV. 

"Apalagi jika kita menggunakan baterai produksi dalam negeri. Saya mengajak semua pihak untuk mulai mengutamakan dan menggunakan berbagai jenis BEV untuk Indonesia yang sangat kita cintai ini, baik mulai dari transportasi umum hingga transportasi kita pribadi," kata Luhut. 

Dia menyampaikan, penggunaan kendaraan listrik menjadi pencapaian yang cukup baik dan diharapkan dapat ditingkatkan jangkauan layanannya di berbagai wilayah. Luhut pun mengusulkan adanya pilot project untuk kendaraan listrik beroperasi di lokasi-lokasi yang menjadi destinasi wisata turis.

"Besar harapan saya, aplikasi ini mampu memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menggunakan BEV. Sehingga percepatan transformasi ke arah BEV dapat segera terpenuhi," tutur Luhut.

Pemerintah memang menyediakan berbagi regulasi untuk mendukung terciptanya eksosistem BEV. Beberapa aspek yang didorong antara lain aspek teknis, aspek insentif, hingga kepada aspek pembiayaan.  Aspek-aspek tersebut diharapkan mampu menciptakan efek supply dan demand dalam ekosistem BEV, sehingga transformasi dapat berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.

Luhut menambahkan, dalam 2 tahun terakhir telah terjadi peningkatan investasi dan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai  cukup signifikan, baik roda dua, roda empat atau lebih, beserta industri penunjang lainnya. 

Investasi dan produksi ini harus dibarengi dengan aspek peningkatan konsumsi BEV itu sendiri, sehingga cita-cita terwujudnya industri BEV yang tangguh di dalam negeri dapat segera terpenuhi.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda