Konversi LPG ke Kompor Induksi Diklaim Bisa Hemat APBN Rp85,6 Triliun

Mochamad Rizky Fauzan ยท Kamis, 15 September 2022 - 10:26:00 WIB
Konversi LPG ke Kompor Induksi Diklaim Bisa Hemat APBN Rp85,6 Triliun
Konversi LPG ke kompor induksi diklaim bisa hemat APBN Rp85,6 triliun. (Foto: Dok. PLN)

JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan, program konversi LPG 3 kilogram (kg) menjadi kompor induksi untuk 15,3 juta pelanggan mampu menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai penghematannya diperkirakan mencapai Rp85,65 triliun selama lima tahun setelah pelaksanaan program.

"Program konversi kompor induksi ternyata terbukti memberikan penghematan APBN walau ini masih dalam skala uji klinis,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat RDP dengan Komisi VII, Jakarta, Rabu (14/9/2022). 

Dia mengungkapkan, dari kalkulasi PLN, setiap 1 kg konversi LPG 3 kg ke kompor induksi bisa memberikan manfaat penghematan ke masyarakat Rp720 dari pengadaan gas 3 kg. Sedangkan penghematan terhadao APBN mencapai Rp8.186 setiap kg. Dengan demikian, potensi penghematan subsidi bisa mencapai Rp17,13 triliun setiap tahun.

“Jika program konversi LPG 3 kg ke kompor induksi diperluas untuk seluruh pelanggan PLN yang menjadi pengguna LPG 3 kg sebanyak 69,4 juta, maka akan menghemat belanja impor LPG 3 kg sebesar Rp44 triliun per tahun,” ujarnya.  

Namun jika program konversi hanya untuk 15,3 juta pelanggan, maka akan menghemat belanja impor LPG sebesar Rp10,21 triliun tiap tahun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kg naik rata-rata 26,58 persen setiap tahun selama 2017 hingga 2021. 

Adapun realisasi subsidi BBM 2021 mencapai Rp16,17 triliun, termasuk kewajiban kurang bayar Rp7,15 triliun. Kendati demikian, masih terdapat kewajiban pembayaran kompensasi BBM Rp93,95 triliun untuk periode 2017-2021. Sementara realisasi subsidi LPG 3 kg pada 2021 mencapai Rp67,62 triliun, termasuk kewajiban kurang bayar Rp3,72 triliun. 

Outlook subsidi BBM dan LPG 3 kg 2022 diperkirakan sebesar Rp149,37 triliun, sekitar 192,61 persen dari postur APBN tahun ini. Lebih dari 90 persen kenaikkan nilai subsidi berasal dari alokasi LPG 3 kg karena kesenjangan antara HJE dengan harga keekonomian yang terus melebar didorong harga minyak dunia. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda