Korea Selatan Selidiki Google atas Dugaan Monopoli Pasar Aplikasi

Djairan ยท Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:34:00 WIB
Korea Selatan Selidiki Google atas Dugaan Monopoli Pasar Aplikasi
Google diduga telah melakukan praktik persaingan usaha tidak sehat. (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Google diduga telah melakukan praktik persaingan usaha tidak sehat. Tudingan itu berdasarkan kritik yang dilayangkan anggota parlemen yang menyebut Google memonopoli pasar dan menyalahgunakan posisi dominannya.

Kepala Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan (KFTC) Joh Sung-wook mengatakan, sedang menyelidiki tuduhan bahwa Google membatasi persaingan di pasar aplikasi seluler dan di pasar sistem operasi. KFTC berencana meneruskan penyelidikan kasus itu ke panitia musyawarah pada akhir tahun ini.

"KFTC mendapati Google telah menghambat persaingan. Komite akan membuat keputusan akhir, apakah ada hukum yang dilanggar, atau mendenda perusahaan atau bahkan mengajukan tuntutan,” ujar Joh dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2020).

Google diselidiki karena diduga telah membatasi pembuat smartphone lokal seperti Samsung untuk menggunakan sistem operasi lain. Google juga diduga memaksa pengembang untuk menerbitkan aplikasi game hanya kepada Google Play Store. Baru-baru ini, kata Joh, Google juga berencana mengenakan komisi 30 persen untuk pembelian aplikasi.

Seperti diketahui, Korea Selatan berada di peringkat teratas dalam hal pendapatan aplikasi smartphone, berkat infrastruktur seluler tercanggih di dunia. Seperti pada Samsung dan LG, pendapatan Google Play Store di sana mencapai hampir 6 triliun won (Rp77,8 triliun) pada 2019.

Langkah tersebut menyusul tindakan serupa yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada Rabu lalu. Pemerintah AS menggugat Google atas tuduhan melakukan praktik monopoli terkait mesin pencarian serta iklan. Itu merupakan gugatan kasus antimonopoli terbesar di AS dalam dua dekade terakhir.   


Editor : Ranto Rajagukguk