Kripto Anjlok, Pendiri Ethereum Ngaku Bukan Lagi Miliarder
JAKARTA, iNews.id - Salah satu pendiri blockchain Ethereum, Vitalik Buterin menjadi korban terbaru dalam anjloknya nilai mata uang kripto. Bahkan dia menyebut dirinya bukan lagi seorang miliarder.
“Saya bukan miliarder lagi,” ujar Buterin dikutip dari Bloomberg, Minggu (22/5/2022).
Buterin sebelumnya pernah menyampaikan bahwa harga mata uang digital akan lebih rendah pada Februari lalu.
“Orang-orang yang mendalami kripto, dan terutama membangun sesuatu, banyak dari mereka menyambut kejatuhan pasar,” kata dia.
Pertama Kali dalam Sejarah, Sri Lanka Gagal Bayar Utang
Ketika pandemi berkecamuk di India tahun lalu, Buterin menyumbangkan lebih dari 50 triliun koin Shiba Inu untuk dana bantuan Covid-19 di negara tersebut. Shiba Inu, yang merupakan lelucon meta tentang koin digital bertema anjing Dogecoin akan bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS pada saat itu.
Bill Gates Ungkap Alasan Tak Punya Kripto
Sumbangan Buterin mewakili lebih dari 5 persen dari total koin Shiba Inu yang beredar dan membuat harga jatuh sekitar 50 persen.
Sebelumnya, dia juga pernah menyampaikan melalui akun Twitternya mengenai pertukaran antara pikiran terbuka dan gairah sembari menyatakan dukungan untuk blockchain yang dia bantu buat.
Bitcoin Senilai Rp44 Triliun Dijual untuk Selamatkan TerraUSD dari Kehancuran
"Catatan untuk troll: tidak, ethereum bukanlah kesalahan," tulisnya.
Seperti diketahui, kepemilikan kritpo telah terpukul penurunan tajam dalam penurunan harga mata uang digital dan gejolak stablecoin algoritmik Terra USD dan token Luna. Kekayaan pendiri pertukaran kripto Binance, Changpeng Zhao mengalami penurunan sekitar 80 miliar dolar AS pada tahun ini, menurut Bloomberg Billionaires Index.
Mengenal Do Kwon Usianya Baru 30 Tahun, Bos Kripto Terra Luna yang Nilainya Anjlok Parah
Editor: Aditya Pratama