Kunjungi China, ASEAN-BAC Jajaki Kerja Sama Digital Finansial hingga Kendaraan Listrik
JAKARTA, iNews.id - Delegasi ASEAN-Business Advisory Council (ASEAN-BAC) menjajaki peluang kerja sama di bidang digital finansial hingga kendaraan listrik dalam kunjungan ke China. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian roadshow kepemimpinan Indonesia pada ASEAN-BAC tahun 2023.
Dalam kunjungan ke China pekan lalu, delegasi ASEAN-BAC menggelar pertemuan dengan para pengusaha tergabung dalam China Chamber of Commerce for Machinery and Electronic Products (CCCME), China Chamber of Commerce for Medicines and Health Products (CCCMHPIE), Center of China & Globalization, China Council for Promotion of International Trade (CCPIT), dan China Chamber of International Commerce (CCOIC).
“Syukur alhamdulillah, pertemuan berlangsung penuh persahabatan. Ada sejumlah komitmen yang telah kami sepakati, salah satunya menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pihak CCPIT dan CCOIC terkait pembaruan kerja sama antara Indonesia dan China dalam berbagai sektor bisnis yang berada dalam naungan Kadin Indonesia,” kata Ketua ASEAN-BAC, Arsjad Rasjid, dalam keterangan, di Jakarta, Senin (31/7/2023).
Dalam rangkaian roadshow tersebut, delegasi ASEAN-BAC juga melakukan pertemuan dengan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), FinVolution Group, dan Hycan. Ketiga perusahaan ini ditemui delegasi ASEAN-BAC di Shanghai.
Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasyid Sebut Negara Asia Tenggara Dibayangi Krisis Pangan
Menurut Arsyad, saat bertemu dengan pihak COMAC, delegasi ASEAN-BAC membahas peluang kerja sama lanjutan untuk industri pesawat terbang di ASEAN dan Indonesia. Per April 2023, salah satu maskapai penerbangan Indonesia, TransNusa, telah menggunakan pesawat buatan COMAC untuk rute Jakarta-Bali.
Selain itu, delegasi ASEAN-BAC juga bertemu dengan pihak FinVolution Group untuk membahas mengenai kerja sama di bidang digital finansial. Sedangkan dalam pertemuan dengan pihak Hycan selaku salah satu perusahaan kendaraan listrik terkemuka di Tiongkok, delegasi ASEAN-BAC membahas mengenai adanya peluang pemasaran Hycan di ASEAN.
"Kami membahas mengenai peluang investasi perusahaan-perusahaan tersebut di ASEAN dan Indonesia," ujar Arsyad.
Dia megungkapkan, China memiliki peran strategis dalam meningkatkan arus masuk investasi ke negara-negara di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. China tercatat sebagai salah satu sumber terbesar investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di ASEAN.
Pada tahun 2021, lanjutnya, nilai investasi asing langsung Tiongkok yang tersebar di negara-negara ASEAN tercatat sebesar 13,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp208,085 triliun.
“Ini capaian yang luar biasa yang patut diapresiasi. Selama beberapa dekade, China telah membuktikan sebagai mitra terdepan ASEAN. Saya berharap ASEAN-Tiongkok akan terus mempertahankan kemitraan erat ini,” ungkap Arsjad.
Pada rangkaian pertemuan selama roadshow di China, ASEAN-BAC juga mengajak pejabat pemerintah dan para pelaku usaha Tiongkok untuk menghadiri Business Investment Summit 2023 dan Asean Business Awards 2023 yang akan diselenggarakan di Jakarta, pada 3-4 September 2023.
Sementara Wakil Ketua ASEAN-BAC, Bernardino Vega, mengatakan Indonesia menjadi salah satu contoh konkret kerja sama China di kawasan ASEAN. Indonesia dan China secara bersama-sama dapat memfasilitasi terciptanya pasar yang menarik untuk hasil inovasi terbaru, termasuk produk life sciences.
Namun Bernardino mengakui ada hambatan pada arus investasi China yang masuk ke Indonesia, sehingga belum sepenuhnya maksimal. Hal itu, antara lain disebabkan persoalan regulasi terkait investasi asing.
“Harus diakui, hambatan terbesar arus masuk investasi China ke Indonesia saat ini adalah persoalan regulasi. Kami berharap akan ada kesepakatan terkait regulasi dan pengurangan hambatan untuk membuka pasar bagi produk-produk inovasi Tiongkok di Indonesia,” kata Bernardino.
Editor: Jeanny Aipassa