Lebih Dari 350.000 Pelanggan PLN di Sumut Menunggak Tagihan Listrik

Wahyudi Aulia Siregar ยท Rabu, 28 Juli 2021 - 06:05:00 WIB
Lebih Dari 350.000 Pelanggan PLN di Sumut Menunggak Tagihan Listrik
Seorang ibu rumah tangga sedang mengisi token listrik pintar. (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id - PLN UIW Sumatera Utara (Sumut) mencatat lebih dari 350.000 pelanggan listrik pascabayar di wilayah itu menunggak pembayaran tagihan listrik

Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan PLN UIW Sumut, Chairuddin, mengatakan hingga 27 Juli 2021, tercatat 352.897 pelanggan belum membayar tagihan listrik pascabayar.  

"Pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan listrik tersebar pada 10 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Provinsi Sumut," kata Chairuddin, Selasa (27/7/2021).

Menurut dia, banyak pelanggan yang menunggak karena lupa atau sibuk. Ada pula yang karena pola membayar rekening listrik yang salah. Terkait dengan itu, Chairuddin menyarankan agar pelanggan bermigrasi ke layanan listrik prabayar, agar terhindar dari sanksi saat terlambat membayar.

"Untuk pelanggan listrik pascabayar, kita harap dapat membayar rekening listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Kalau memang sulit, sebaiknya mengikuti Program Migrasi ke Layanan Listrik Prabayar atau Listrik Pintar," ujar Chairuddin. 

Dia juga mengimbau pelanggan yang menunggak agar segera melakukan pembayaran tagihan listrik, sehingga terhindar dari sanksi pemutusan aliran listrik. 

Chairuddin menjelaskan, dengan menggunakan listrik Prabayar atau listrik pintar, pelanggan dapat membeli Token listrik dengan pilihan nominal mulai dari Rp20 ribu-Rp5 juta. 

Selain itu, listrik prabayar juga memiliki beberapa keunggulan, diantaranya pemakaian listrik dapat dikendalikan. Kemudian tidak ada sanksi pemutusan dan denda keterlambatan.

"Pelanggan listrik Prabayar juga tidak dikenakan biaya beban dan biaya E-min," ungkap Chairuddin. 

Kemudian untuk pembelian token listrik, lanjutnya, pelanggan prabayar dapat disesuaikan dengan kemampuan pelanggan. Pelanggan listrik prabayar juga tidak ada batas masa aktif atas token listrik yang mereka beli. 

"Pelanggan listrik prabayar juga dapat lebih menjaga privasi mereka, karena tidak berhubungan langsung dengan petugas pencatat meter listrik," tutur Chairuddin.

Editor : Jeanny Aipassa