JAKARTA, iNews.id - Kepala Divisi LRT Jabodebek KAI, Mochamad Purnomosidi menyebut saat ini pihaknya tengah menyelesaikan feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk perluas pembangunan LRT sampai Bogor. Diperkirakan studi kelayakan akan rampung enam bulan ke depan.
"Sedang membuat studi kelayakan di Kemenhub, sampai desain enginering," ujar Purnomo usai acara fun cycling LRT Jabodebek, Jumat (23/6/2023).
Kemendikdasmen Salurkan Rp18 Triliun Tunjangan untuk 1,6 Juta Guru pada Awal 2026
Setelah studi kelayakan selesai, tahap selanjutnya adalah tahap konstruksi sekitar 3-4 tahun, sehingga LRT Jabodebek ke Bogor tersebut dapat dipastikan baru bisa beroperasi setelah setelah tahun 2024.
"Sekarang kita masih fokus tahap 1, paling tidak kan dua sampai tahun (pembangunannya), pasti over dari 2024 (bisa beroperasi)," katanya.
Progres LRT Jabodebek Capai 95,9 Persen, Siap Soft Launching 12 Juli-15 Agustus 2023
Lebih lanjut, Purnomo menjelaskan rencana pengembangan rute LRT Jabodebek hingga ke Bogor dan juga Grogol telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2017 terkait pengoperasian LRT Jabodebek.
LRT Jabodebek Beroperasi Sebentar Lagi, Kemenhub Belum Tetapkan Tarifnya
Melalui Perpres 49/2017 tersebut dijabarkan terdapat enam lintasan pelayanan LRT Jabodebek. Tiga di antaranya ditargetkan beroperasi mulai Juli 2023, antara lain Cawang-Cibubur (Stasiun Harjamukti), Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur (Stasiun Jatimulya).
Selanjutnya, LRT Jabodebek akan diperpanjang untuk rute Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol. Meski demikian, Purnomosidi menyampaikan bahwa pemerintah dan pihaknya masih fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan proyek LRT Jabodebek fase 1.
"Kalau melihat Perpres 49/2017 itu, bahwa kontraktornya adalah Adhi Karya dan operatornya adalah KAI," ucap Purnomo.
"Kalau melihat dari Perpres, itu memang berikutnya ke Cibubur sampai Bogor. Kemudian, Dukuh Atas sampai dengan Palmerah Senayan dan Grogol," sambungnya.
Editor: Aditya Pratama