Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Interpol Bergerak, Riza Chalid Terendus di Kawasan ASEAN
Advertisement . Scroll to see content

Luhut: E-katalog Ciptakan Lapangan Kerja, Kurangi Korupsi hingga Naikkan Penerimaan Negara

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 18:44:00 WIB
Luhut: E-katalog Ciptakan Lapangan Kerja, Kurangi Korupsi hingga Naikkan Penerimaan Negara
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebut penggunaan e-katalog ciptakan lapangan kerja, kurangi korupsi hingga naikkan penerimaan negara. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah menggencarkan penggunakan e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah. Penggunaan e-katalog memberikan banyak manfaat mulai dari menciptakan lapangan kerja hingga naikkan penerimaan negara. 

Menurutnya, penggunaan e-katalog efektif untuk menekan kasus korupsi yang biasa dilakukan lewat proses pengadaan barang dan jasa. Dengan digitalisasi, kata dia, transaksi lebih transparan dan bisa dimonitor.

"Dan itu ada yang mengamati, tidak ada lagi kepala daerah ketangkap korupsi APBD, tidak ada yang korupsi lagi, semua akan pakai e-katalog," kata dia dalam sambutannya dalam acara #DemiIndonesia di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Selain itu, menggunakan e-katalog juga akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas kepada masyarakat, yang pada akhirnya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.

"Belanja pemerintah akan diarahkan menggunakan e-katalog. Ini akan menciptakan lapangan kerja dan ekonomi baru, sehingga akan mengurangi korupsi, mengurangi biaya, dan menaikan penerimaan negara," ujarnya.

Dengan mengoptimalkan e-katalog, dia menambahkan, juga menjadikan kontrol pemerintah mengenai pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri.

"Jadi setiap Rp400 triliun yang bisa kita produksi, itu akan menciptakan 2 juta lapangan kerja dan memberikan pertumbuhan ekonomi 1,72 persen," ucap Luhut.

"Sistem pengadaan barang dan jasa ini berjalan, sekarang sudah masuk hampir Rp900 triliun, tahun depan saya kira sudah 90 persen kita sudah bisa masuk ke sana," imbuhnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut