Mafia Listrik Merajalela, Bagaimana Cara Memberantasnya?
JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir, mnyebut adanya mafia listrik yang menimbulkan masalah, termasuk untuk program subsidi listrik. Meski demikian, tidak jelas siapa mafia listrik yang dimaksudkan Menteri BUMN.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan kemungkinan ada 2 pihak yang dimaksud Erick Thohir sebagai mafia listrik, yaitu trader batu bara dan pelanggan PLN yang menggunakan listrik tidak tepat sasaran.
"Apakah mafia ini para trader batu bara dan konsumen yang menggunakan tidak tepat sasaran? Kalau konsumen, saya kira tidak terlalu sulit memberantasnya," ujar Mamit, kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (23/1/2022).
Menurut dia, PLN mempunyai sistem atau perwakilan sampai ketinggkat kecamatan, sehingga harusnya bisa lebih mudah dalam melakukan kontrol terhadap pelanggan PLN.
"Misalnya orang-orang yang pasang listrik subsidi tetapi untuk kontrakan mereka yang berjejer. Ini bisa dicabut lalu disuruh pasang lagi dengan listrik non subsidi," kata Mamit.
Lalu, petugas PLN juga harus sering melalukan kontrol ke lapangan dan mengecek instalasi warga yang mencurigakan. Misalnya penggunaan banyak tapi pembayaran sedikit.
Jangan-jangan ada yang curang dalam sistem instalasi rumah mereka," ungkap Mamit.
Namun, jika yang dimaksud Menteri BUMN sebagai mafia listrik adalah trader batu bara, perlu usaha lebih besar untuk memberantasnya.
Mamit mengungkapkan, regulasi kewajiban mereka dalam mensuplai batu bara ke PLN tidak diatur, hanya dengan mekanisme kontrak saja, karena pemerintah hanya mengatur kepada produsen saja.
Oleh karena itu, lanjutnya, kebijakan pemerintah yang mewajibkan PLN membeli kepada produsen batu bara, bukan kepada trader, lebih tepat dilakukan.
"Ini akan memotong rantai dan biaya juga. Sama seperti di industri mid stream gas bumi. Saat ini tidak ada trader yang hanya bermodal kertas kouta. Tapi mereka harus bangun infrastruktur juga," ujar Mamit.
Editor: Jeanny Aipassa