Media Nusantara Citra (MNCN) Bukukan Pendapatan Rp2,442 Triliun di Kuartal I 2023
JAKARTA, iNews.id - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan pendapatan sebesar Rp2,442 triliun pada kuartal I 2023. Pendapatan tersebut, turun 6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (YoY).
Manajemen MNCN dalam keterangan resmi, Selasa (2/5/2023), mengungkapkan hasil ini disebabkan oleh beberapa aspek, seperti siklus tahunan dalam industri periklanan, di mana kuartal I dianggap sebagai periode paling lemah dalam satu tahun.
Selain itu, penurunan pendapatan juga akibat dampak berkelanjutan dari implementasi parsial analog switch off (ASO) pada November 2022. Meski demikian, perseroan telah menunjukkan peningkatan secara kuartal ke kuartal (QoQ), yang naik 41 persen dibandingkan dengan kuartal IV 2022.
MNCN mencatat pendapatan iklan sebesar Rp2,225 triliun, turun 6 persen YoY, namun naik 49 persen QoQ. Pelemahan pendapatan iklan terutama berasal dari penurunan iklan non-digital sebesar Rp210 miliar di kuartal I 2023. Manajemen perseroan mengungkapkan, iklan non-digital saat ini masih menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar 62 persen.
Pendapatan digital MNCN meningkat 10 persen YoY menjadi Rp714 miliar. Hal ini disebabkan oleh kinerja yang sangat baik di seluruh saluran digitalnya, termasuk AVOD superapp RCTI+, portal online (iNews Media Group), dan monetisasi media sosial yang berkelanjutan.
Pendapatan non-digital atau pendapatan FTA Perseroan turun 12 persen YoY dibandingkan tahun lalu, tercatat sebesar Rp1.511 miliar untuk kuartal I 2023. Namun, kinerja yang kuat di seluruh program TV kami dan pemanfaatan iklan kreatif yang tidak memakan air time telah membantu perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri, yang ditunjukkan secara QoQ, tumbuh sebesar 75 persen, dibandingkan dengan kuartal IV 2022.
Pendapatan Konten & IP untuk kuartal I 2023 juga turun 14 persen YoY menjadi Rp345 miliar. Pendapatan konten bersih (ditampilkan sebagai pendapatan konten setelah eliminasi) mencapai Rp69 miliar. Ini mewakili pendapatan MNCN dari melisensikan kontennya ke berbagai platform distribusi pihak ketiga.
Pendapatan berlangganan dibukukan sebesar Rp124 miliar untuk kuartal I 2023. Selain itu, Vision+ baru saja menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan yang berbasis di
Malaysia, Panorama TV Asia Broadcast Sdn Bhd (Panorama), anak perusahaan Digistar Corporation Berhad, sebuah perusahaan publik di bursa saham Malaysia dengan menandatangani perjanjian kerjasama sebagai inisiatif untuk mendorong Vision+ lebih lanjut di Malaysia.
Sementara beban langsung perseroan turun 6 persen YoY menjadi Rp920 miliar untuk kuartal I 2023. Sekali lagi, ini adalah respon terhadap pemulihan belanja iklan, karena Perseroan mencadangkan sebagian besar program unggulannya untuk kuartal II 2023 dan ke depan.
Peningkatan efisiensi juga terbentuk dari operasi produksi konten di Movieland. Selain itu, dengan mengurangi kesepakatan lisensi pihak ke-3 dengan studio konten
asing, telah terjadi peningkatan siaran konten lokal di FTA MNCN hingga 90 persen.
Dari sisi laba kotor, MNCN mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp1.425 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh dampak penerapan ASO yang cukup memberikan ketidakpastian di industri. Namun, kuartal ini telah menunjukkan peningkatan sebesar 53 persen dibandingkan kuartal IV 2022.
Adapun EBITDA Perseroan untuk kuartal I 2023 mencapai Rp1,057 triliun, turun 7 persen YoY (+63 persen QoQ) dibandingkan tahun sebelumnya, mewakili marjin EBITDA sebesar 43 persen.
Selain itu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp677 miliar pada kuartal I 2023, yang merupakan margin laba bersih sebesar 28 persen. Meskipun demikian, MNCN mencatatkan peningkatan 92 persen secara dibandingkan kuartal IV 2022.
Meskipun terus mendapat tekanan dari pengiklan pada penempatan iklan di media tradisional, khususnya di TV FTA yang disebabkan oleh implementasi parsial ASO, MNCN telah berhasil meningkatkan kinerja keuangannya secara QoQ.
Dari sisi belanja iklan, perseroan masih terus menyerap hampir setengah dari belanja iklan nasional pada kuartal I 2023 sebesar 45,1 persen. Namun, MNCN melihat hambatan yang saat ini terjadi terhadap kepercayaan pengiklan bersifat sementara, karena prospek pada kuartal II 2023 dan seterusnya akan positif dengan adanya kejelasan yang lebih baik tentang dampak ASO, serta segenap rencana program berprofil tinggi yang akan disiarkan selama periode tersebut.
Pangsa pemirsa di kuartal I 2023 juga tercatat sebesar 44,8 persen selama prime-time, sementara MNCN menempatkan 12 programnya di 20 acara teratas untuk periode yang sama. Pada kontribusi pendapatan, prime-time masih memberikan kontribusi yang sehat sebesar 51 persen (49 persen non prime-time), iklan nonreguler menambahkan 22 persen (78 persen iklan reguler), dan terakhir, program reguler di 79 persen (21 persen program khusus), menunjukkan ketergantungan yang kuat pada kemampuan pemrograman hariannya.
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoedoedibjo, mengatakan meski industri dihadapkan pada perubahan yang signifikan, MNCN berhasil untuk tetap solid dan terus berkembang.
"Perseroan siap untuk memperkuat programnya dengan deretan konten berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan platform digital dan non-digitalnya, untuk memberikan pengalaman menonton terbaik bagi pemirsa di mana saja," kata Hary Tanoesoedibjo.
Dia menegaskan, MNCN juga berkomitmen dalam visinya untuk menjadi solusi hiburan terbaik dan terintegrasi di tanah air dengan terus memperkaya aset digitalnya dengan teknologi, kreativitas, dan keahlian tercanggih. "Secara keseluruhan, kami sangat positif dengan hasil ini dan bersiap menjalani sisa tahun ini," ungkap Hary Tanoesoedibjo.
Editor: Jeanny Aipassa