Meme Pasangan Kartun Di-posting Ulang Elon Musk, Terjual Rp279 Juta dalam 2 Hari

Aditya Pratama ยท Minggu, 24 Oktober 2021 - 18:15:00 WIB
Meme Pasangan Kartun Di-posting Ulang Elon Musk, Terjual Rp279 Juta dalam 2 Hari
Elon Musk posting ulang meme pasangan kartu dan terjual Rp279 juta dalam 2 hari.

NEW YORK, iNews.id - Elon Musk dikenal sebagai miliarder yang menyukai meme. Dia sering memposting ulang (repost) meme dalam akunnya di Twitter, di mana Musk mempunyai 61 juta pengikut. 

Meski beberapa orang tidak menyukai repost-nya karena sering tidak memberikan kredit kepada pembuat meme asli, yang lain justru merasa mendapat keuntungan dari apa yang dilakukan Musk, termasuk hobby artist atau orang yang membuat meme Eva Beylin. Beylin senang ketika pendiri Tesla dan SpaceX itu memposting ulang memenya pada Rabu (20/10/2021). 

"Hadiah utama memeologi adalah penguasa meme utama menggunakan meme Anda," kata Beylin, dikutip dari CNBC Make It, Minggu (24/10/2021). 

Meski Musk tidak memberinya atribusi apa pun, namun dia mengaku senang. Perempuan 28 tahun itu juga mengaku sebagai fans berat Musk. 

Meme Beylin yang diberi nama Love in The Time of Web3 mengambarkan pasangan di atas ranjang dalam bentuk kartun, yang mengagumi harga bitcoin dan ether. Dalam meme itu, harga bitcoin ditulis 69.000 dolar AS dan ether 4.200 dolar AS. Kenyataannya, harga bitcoin saat ini belum mencapai angka tersebut. 

Sebagai Direktur The Graph Foundation yang mendukung protokol data blockchain The Graph, Beylin sangat menyukai Web3. Itu merupakan iterasi terdesentralisasi dari internet yang mendukung aplikasi berbasis blockchain seperti NFT. 

Love in The Time of Web3 mendapat banyak perhatian setelah tweet Musk. Malam itu, Beylin mendaftarkannya sebagai NFT atau token yang tidak dapat dipertukarkan di pasar Zora. Dua hari kemudian, meme tersebut dijual seharga lima ether, sekitar 19.800 dolar AS atau Rp279,4 juta dengan harga saat ini, kepada pembeli anonim.

Meskipun itu adalah ide Beylin untuk membuat meme, dia tidak mendesain gambar pasangan kartun atau mengedit harga bitcoin dan ether. Beylin terinspirasi untuk membuat meme tersebut setelah melihat postingan pengguna Twitter lain yang mengedit harga mata uang kripto (cryptocurrency) dan men-tweet-nya sebagai lelucon.

Untuk memberi kompensasi kepada pengguna, yang dikenal sebagai @shegenerates, Beylin memberinya 20 persen dari hasil penjualan NFT. Shegenerates pun, kata dia, tak masalah karena Beylin menggunakan hasil editannya. 

Beylin tidak mengetahui pembuat gambar yang menggambarkan pasangan kartun tersebut. Dan karena wilayah abu-abu hukum tempat NFT berada, tidak jelas apakah penggunaan gambar ini melanggar undang-undang hak cipta potensial. Beylin pun berencana untuk berinvestasi kembali pada pembuat lain dengan membeli NFT mereka.

"Sebagai hobby artist, saya tidak akan pernah bisa berinvestasi kembali dalam seni atau seni saya dibayar (tanpa NFT). Jadi, barang saya selalu diinvestasikan kembali ke NFT," ujarnya.

Pembeli Love in The Time of Web3 telah mendaftarkan kembali meme itu seharga 69,42 ether atau sekitar 275.000 dolar AS. Meskipun kurang dari harga yang diminta pembeli, seorang penawar sudah menawar 6,94 ether atau sekitar 27.500 dolar AS untuk meme tersebut.

"Jika dijual kembali, saya akan mendapatkan royalti 15 persen," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: