Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendagri: 22 Desa Hilang usai Bencana Sumatra
Advertisement . Scroll to see content

Menaker: Ini Ironi, Pengangguran Terbanyak di Kota, tapi Kemiskinan Terbesar di Desa

Selasa, 21 Februari 2023 - 13:53:00 WIB
Menaker: Ini Ironi, Pengangguran Terbanyak di Kota, tapi Kemiskinan Terbesar di Desa
Menaker Ida Fauziyah mengatakan, pengangguran terbanyak di kota, tapi kemiskinan terbesar di desa. (Foto: Kemnaker RI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, tingkat pengangguran di kota lebih besar dibanding di desa. Namun tingkat kemiskinan paling besar terjadi di pedesaan.

"Ini ironi, pengangguran kita terbanyak di kota, tapi kemiskinan terbanyak bukan di kota, kemiskinan terbesar di desa," kata dia di Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Menaker menuturkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di perdesaan hanya sebesar 3,43 persen. Namun tingkat kemiskinannya lebih besar dibanding di kota, yakni 12,36 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi di perkotaan ada pada kelompok usia muda dan pendidikan menengah-tinggi," ujarnya.

Dia menuturkan, masih banyak pekerja di Indonesia yang bergerak pada sektor dan lapangan pekerjaan yang kurang produktif serta berketerampilan rendah. Dengan demikian, peningkatan skill sulit dilakukan dari pekerjaan yang dijalankannya.

Karena itu, menurut dia, revitalisasi pelatihan vokasi penting dilakukan. Salah satunya lewat lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. 

Menaker Ida menjelaskan, poin utama dari perpres tersebut untuk memenuhi pemetaan kebutuhan SDM/tenaga Kerja dan perencanaan tenaga kerja yang mengacu pada sistem informasi pasar kerja.

"Ini adalah keunggulan daripada Perpres 68/2022 untuk meningkatan kualitas SDM yang berdaya saing di pasar kerja," tutur dia.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut