Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Bunuh Diri Anak di Ngada, Singgung Kemiskinan dan Data Bantuan
JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti serius kasus bunuh diri anak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menilai peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan kemiskinan mendasar yang diperparah oleh ketidakakuratan data penerima bantuan negara.
Menurut Rieke, kasus siswa SD bunuh diri harus dipahami secara menyeluruh agar pencegahan dan perlindungan anak dapat dilakukan secara komprehensif serta berkelanjutan.
“Kasus bunuh diri anak di bawah umur di Kabupaten Ngada tidak bisa dilepaskan dari persoalan kemiskinan mendasar yang diperparah oleh data yang tidak akurat dan tidak terintegrasi. Akibatnya, bantuan negara, termasuk Dana PIP tidak tepat sasaran dan terlambat menjangkau anak yang membutuhkan,” tulis Rieke Diah Pitaloka di akun Instagramnya @riekediahp dikutip Jumat (6/2/2026).
Dia menegaskan, ketidaktepatan data menyebabkan negara gagal hadir secara cepat bagi anak-anak dari keluarga rentan. Padahal, bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) sangat krusial untuk mencegah anak putus sekolah dan tekanan sosial yang menyertainya.
Pilu! Anak SD yang Bunuh Diri di Ngada Harus Bayar Uang Sekolah Rp1,2 Juta
Rieke menilai, pembenahan sistem pendataan nasional menjadi kunci penting agar kasus bunuh diri anak di Ngada tidak kembali terulang di daerah lain.
“Pembenahan satu data Indonesia adalah keharusan agar negara benar-benar hadir melindungi anak dari keluarga rentan,” tulisnya.
Tragedi Siswa SD di Ngada Meninggal Gantung Diri, Sang Ibu Ungkap Cerita Terakhir