Mendag Sebut Harga Komoditas Pangan Sudan Turun
JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, harga komoditas pangan saat ini sudah berangsur turun. Bahkan, turunnya signifikan.
Contohnya harga cabai rawit merah saat menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 sempat tembus Rp100.000-120.000 per kilogram (kg). Namun saat ini sudah turun di bawah Rp76.000 per kg.
"Harga-harga komoditas pangan sudah mengalami penurunan. Seperti cabai rawit merah sudah berada di kisaran Rp75.000-76.000 per koilogram. Harga ini sudah turun signifikan dibandingkan akhir tahun lalu," kata dia, Selasa (18/1/2022).
Sementara untuk komoditas telur ayam ras jelang Nataru tembus Rp30.050 per kg, setelah masuk tahun baru 2022 turun menjadi kisaran Rp19.000-20.000 per kg.
"Saya ditelepon oleh Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia), sekarang ini harganya sudah mulai mendekati harga di bawah HPP (harga pokok penjualan) di Rp19.000-20.000. Jadi kita sudah lihat di farm gate sudah turun kembali," tuturnya.
Dia menjelaskan, penyebab harga barang pokok mengalami kenaikan pada Nataru akibat permintaan yang belum pulih sepenuhnya dan pasokan pangannya cukup, sehingga tidak terjadi pertumbuhan yang sangat berarti.
"Dari 2018 sampai 2020 tuh biasanya kenaikan harga ada dua kali. Pertama saat Lebaran dan kedua saat Nataru. Biasanya naiknya pas Lebaran kemudian turun, terus naik lagi pas Nataru. Sebenarnya pada 2021, jika dilihat itu dibandingkan dengan inflasi sebenarnya tidak ada kenaikan sama sekali," ujarnya.
Adapun penyebab kenaikan harga minyak goreng saat ini karena harga minyak sawit mentah (CPO) yang tengah mengalami kenaikan. Namun pemerintah akan menerapkan kebijakan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter mulai besok, Rabu (19/1/2022) pukul 00.00 WIB.
Editor: Jujuk Ernawati