Mengenal Henrique Dubugras, Pemuda Ahli Coding Berharta Rp23 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Henrique Dubugras masuk dalam daftar orang terkaya baru di dunia pada 2022. Founder sekaligus Co-CEO Brex, sebuah perusahaan jasa keuangan yang menawarkan layanan perombakan kartu kredit ini, menjadi miliarder di usia 26 tahun.
Menurut data Forbes, Dubugras memiliki kekayaan senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp23,02 triliun. Kesuksesan Dubugras tidak datang secara instan melainkan penuh ketangkasan dan ketekunan.
Dikutip dari berbagai sumber, sejak usia 12 tahun, Dubugras telah mempelajari ilmu coding dan memulai menggarap sistem teknologi finansial (fintech) di usia 16 tahun, sebuah usia yang terbilang cukup dini bagi remaja seumurannya.
Tak ubahnya anak muda seusianya, keingintahuan atas sesuatu memovitasinya untuk terus belajar. Tumpuan itulah yang membuat pria asal Brazil yang kini berdomisili di California, Amerika Serikat itu belajar seputar coding.
10 Orang Terkaya di ASEAN: Nomor 1 dari Indonesia, Kekayaannya Rp338 Triliun
Dubugras sempat terlibat dalam pembuatan startup yang berkaitan tentang pendidikan di Brazil bersama teman-temannya. Tak tanggung-tanggung, dia rela merogoh duit pribadinya demi menciptakan karya tersebut.
Seiring berkembangnya waktu, Dubugras bersama kawan SMA-nya bernama Pedro Franceschi membangun situs Pagar.me di usia 16 tahun. Dia mengenal Franceschi berkat saling balas tweet di media sosial Twitter.
3 Orang Terkaya Swiss: Termuda Usia 41 Tahun Tak Tamat Kuliah Berharta Rp214 Triliun
Dalam tiga tahun, situs jasa keuangan itu tumbuh pesat dengan nilai transaksi mencapai 1,5 miliar dolar AS. Pada 2016, keduanya menjual Pagar.me kepada kompetitor sejenis di Brazil, dan memutuskan untuk masuk kuliah di Stanford University.
Kisah John Paul DeJoria, Dulu Gelandangan Kini Masuk Deretan Orang Terkaya di Dunia
Setelah delapan bulan di bangku kuliah, Dubugras dan Franceschi merasa tebalnya buku diktat dan materi perkuliah tak terlalu berpengaruh bagi mereka. Setelah menjalin relasi, keduanya memutuskan untuk drop out dari kampus pada 2017 dan mendirikan platform aplikasi Brex, yang membuat mereka mampu mengumpulkan dana dari pelanggan sebanyak 215 juta dolar AS dalam kurun waktu hampir dua tahun.
Perjuangannya tersebut bukan tanpa hambatan. Dia sempat mengalami kesulitan pendanaan untuk platformnya tersebut. Dengan memanfaatkan jaringan komunitas startup, dan entrepreneur, platformnya tersebut akhirnya dilirik oleh sejumlah investor.
Daftar Paspor Terkuat di Dunia 2022, Ternyata No 1-3 Milik Negara Asia
Pencapaian itu membuat perusahaannya mampu mengumpulkan dana investasi putaran seri kedua sebesar 300 juta dolar AS, dan meningkatkan nilai asetnya hingga 12,3 miliar dolar AS.
Pada bulan April lalu, Brex terus melebarkan sayapnya dengan mengakuisisi Pry Financials senilai 90 juta dolar AS, sebuah startup perangkat lunak yang bergerak di bidang perencanaan keuangan.
Editor: Aditya Pratama