Mengenal Wan Long, Bos Daging Babi dengan Gaji Tertinggi di Asia
LUOHE, iNews.id - Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) WH Group, Wan Long dinobatkan sebagai CEO dengan bayaran tertinggi di Asia. Pada tahun lalu, Wan dibayar 291 juta dolar AS atau setara Rp4,2 triliun.
WH Group yang sebelumnya bernama Shuanghui diketahui merupakan produsen daging babi terbesar di dunia. Perusahaan itu juga memasok daging terbesar di China. Pada 2015, pendapatan WH Group mencapai 21,2 miliar dolar AS.
Wan tinggal tidak jauh dari kantor pusat WH Group di Luohe, China. Nama Wan tidak bisa dilepaskan dari WH Group atau Shuanghui. Dia sudah bergabung dengan Shuanghui sejak tahun 1968 mulai dari bawah.
Perusahaan itu baru dibangun pada 1958 oleh pemerintah kota Luohe atau 10 tahun sebelum Wan bergabung. Saat itu, status Shuanghui masih menjadi BUMN.
Pada 1984, Wan diangkat menjadi General Manager. Di tangannya, Shuanghui berkembang secara agresif setelah pada tahun pertama, Wan mengubah kondisi perusahaan dari yang sebelumnya rugi menjadi untung 5 juta yuan.
Pada 1993, Shuanghui membentuk perusahaan patungan bersama 16 investor dari enam negara dan menjadi perusahaan induk. Melantai di bursa Shenzhen pada 1998, pemerintah kota Luohe menjual sebagian besar saham Shuanghui pada 2006 kepada sejumlah investor, termasuk CDH Investment dan Goldman Sachs. Keduanya kini menguasai saham lebih dari 40 persen.
Pada 2010, Wan diangkat menjadi Chairman Shuanghui. Pada 2013, dia juga menjabat sebagai CEO dan Executive Director. Pada 2014, Shuanghui berganti nama menjadi WH Group atau Wanzhou Holdings.
Sejak saat itu, Wan memegang peran penting di WH Group. Dia mengambil berbagai keputusan bisnis, termasuk mengakuisisi Smithfield, perusahaan pengolahan daging terbesar yang ada di California, AS senilai 4,7 miliar dolar AS.
Posisinya yang penting itulah yang membuatnya dibayar tinggi, terutama pada 2017. Dia mendapat kompensasi dalam bentuk gaji dan hadiah saham hingga lebih dari Rp2 triliun.
Kompensasi besar dalam beberapa tahun terakhir membuat Wan masuk dalam daftar orang terkaya di China pada tahun 2018. Dia berada di posisi 254 dengan total kekayaan mencapai 1,3 miliar dolar AS.
Selain itu, dia juga masuk dalam daftar orang terkaya di dunia nomor 1756. Di usianya yang ke-78, kesukesan Wan diperoleh dari kerja kerasnya dari seorang buruh pabrik menjadi CEO. Pekerjaannya yang simpel mengantarnya masuk jajaran orang paling tajir di dunia.
"Apa yang saya lakukan hanyalah membunuh babi dan menjualnya dalam bentuk daging," kata Wan kepada media lokal beberapa tahun silam.
Editor: Rahmat Fiansyah