Menko Airlangga: 62 Persen Kasus Aktif Covid-19 Berasal dari Luar Jawa-Bali

Advenia Elisabeth ยท Senin, 27 September 2021 - 20:02:00 WIB
 Menko Airlangga: 62 Persen Kasus Aktif Covid-19 Berasal dari Luar Jawa-Bali
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko perekonomian), Airlangga Hartarto, mengungkapkan 62,84 persen kasus aktif Covid-19 secara nasional berasal dari luar Pulau Jawa dan Bali. 

Per 26 September 2021, data kasus aktif Covid-19 nasional tercatat berjumlah 42.769 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 62 perseb atau 26.516 kasus berasal dari luar wilayah Jawa dan Bali.

Hal ini disampaikan Airlangga dalam keterangan pers terkait hasil rapat terbatas Satuan Tugas (Satgas) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (27/9/2021). 

"Angka kesembuhan nasional di luar Jawa Bali mencapai angka 94,96 persen. 
Sedangkan, angka kematian di luar Jawa dan Bali mencapai berada di angka 3,08 persen,” kata Airlangga, seperti dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/9/2021).

Dia menjelaskan, data per tanggal 9 Agustus sampai 29 September 2021, Pulau Sumatera memiliki kasus kesembuhan atau recovery rate sebesar 94,68, persen, kasus kematiannya 3,53 persen. 

"Kemudian kasus penurunan kasus (aktif)-nya mendekati 90 persen atau turun 89,06 persen,” ujar Airlangga.

Kemudian, daerah Nusa Tenggara memiliki angka kesembuhan 96,4 persen, kasus kematian atau fatality rate sekitar 2,32 persen, serta penurunan kasus aktif sekitar 89,74 persen.

“Untuk Pulau Kalimantan, memiliki recovery rate 94,78 persen, kasus kematian 3,14 persen, dan penurunan kasus aktifnya 85,92 persen,” sebutnya. 

Selanjutnya, di Pulau Sulawesi memiliki recovery rate 95,21 persen, fatality rate di angka 2,62 persen, dan kasus aktifnya menurun 84,10 persen. Selain itu, di Maluku dan Papua memiliki recovery rate sekitar 95,55 persen, fatality rate 1,66 persen, dan penurunan kasus aktif sekitar 82,3 persen.

Disamping itu, Airlangga juga menyampaikan terkait pagu pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19. Ia menyebut, pagu kesehatan yang senilai Rp 214,96 triliun realisasinya sudah Rp 100,52 triliun atau 46,8 persen.

“Sementara, kegiatan perlindungan sosial dari pagu Rp 186,64 triliun realisasinya sudah 62,2 persen atau Rp 116,02 triliun,” urai Airlangga.

Untuk dukungan UMKM dan korporasi, lanjutnya, dari Rp 162,4 triliun realisasinya 42,1 persen atau Rp 68,38 triliun. Program prioritas dari Rp 117 triliun realisasinya 51,5 persen atau Rp 60,70 triliun, dan insentif usaha dari Rp 62,8 triliun realisasinya 94 persen atau Rp 59 triliun.

Airlangga mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menggarisbawahi soal penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) di daerah agar serapan anggaran untuk penanganan covid untuk terus dimonitor.

“Presiden juga mengingatkan bahwa memasuki kuartal IV, Kementerian dan Lembaga harus memonitor belanja negara agar pertumbuhan ekonomi masih bisa terjaga,” tutur Airlangga.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: