Menko Airlangga Beberkan 4 Strategi Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Suparjo Ramalan · Selasa, 30 November 2021 - 14:01:00 WIB
Menko Airlangga Beberkan 4 Strategi Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Menko Airlangga beberkan 4 strategi pemerintah jaga ketahanan pangan nasional. Foto: Kemenko Perekonomian

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memiliki sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah pun memasukkan ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional 2022-2024 dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan.

Kebijakan fiskal yang diambil pemerintah melalui APBN 2022 dengan tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural juga memasukkan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Anggaran ketahanan pangan pada 2022 sebesar Rp76,9 triliun diarahkan untuk peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan yang beragam, berkualitas, bergizi, dan aman; peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan nelayan melalui penguatan kapasitas petani dan nelayan, penguatan akses terhadap input produksi, penyediaan sarana prasarana pertanian dan perikanan, serta mendorong mekanisasi, dan penggunaan teknologi.

Selain itu, diversifikasi pangan dan kualitas gizi; perbaikan iklim usaha dan daya saing; serta penguatan sistem pangan berkelanjutan (pengembangan food estate).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tetap resilient di tengah pandemi. Sebagai penopang sektor pangan, pertanian menjadi sektor yang tetap tumbuh positif ketika sektor lain mengalami kontraksi. 

"Bahkan sektor ini juga berkontribusi terhadap ekspor,” kata dia dalam Kongres 9 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang mengambil tema Improving the Quality of the Tridharma of the faculty of Economics and Business in Building Sustainable and Resilience National Food Security secara virtual, Selasa (30/11/2021).

Mengingat pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, dia menjelaskan, pemerintah melakukan berbagai upaya menjaga ketahanan pangan tersebut melalui empat strategi.

Pertama, terkait dengan keterjangkauan dari sisi peningkatan akses pangan masyarakat, pemerintah mendorong pemanfataan digitalisasi dari pasar serta kerja sama dengan BUMN guna dapat mendistribusikan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Kedua, pemerintah menjaga ketersediaan pangan dengan menjaga pasokan stok pangan yang dilakukan melalui peningkatan produktivitas dalam negeri dan mensubstitusikan kegiatan yang tergantung dari negara lain.

Ketiga, terkait dengan peningkatan kualitas dan keamanan pangan, Pemerintah melakukan penerapan budidaya pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) dan penanganan pascapanen yang baik (Good Handling Practices), pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta Pemenuhan Sanitary dan Phytosanitary (SPS) yang akan terus dijaga.

“Keempat, hal terakhir yang tidak kalah penting, yakni menjaga ketahanan serta keberlangsungan sumber daya alam, misalnya melalui penetapan lahan sawah yang dilindungi atau pengendalian alih fungsi lahan sawah, diversifikasi budidaya, penggunaan pupuk organik serta pemeliharaan jaringan irigasi,” ujar Airlangga.

Dia juga menjelaskan terkait food estate yang pengembangan program tersebut dilaksanakan berbasis korporasi agar petani berkelompok, baik dalam bentuk koperasi atau gapoktan. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah dalam pemberian akses pendampingan, pembiayaan, dan fasilitas lain yang disediakan pemerintah dan bekerja sama dengan BUMN maupun swasta.

Sebagai informasi, acara Kongres 9 AFBI dilakukan secara virtual dan secara langsung di Kalimantan Tengah. Airlangga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan insight yang baru dan penyemangat bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam membangun perekonomian Indonesia.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, selain di Kalimantan Tengah, saat ini juga sedang digarap food estate di Sumatera Utara, maupun di Papua. Sebagai salah satu pilot project food estate, kata dia, Kalimantan Tengah telah menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. 

"Dukungan dari segenap pihak dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN serta swasta menjadi kunci keberhasilan program ini,” ucap Airlangga.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: