Menko Airlangga Beberkan Dua Pendorong Ekonomi Indonesia di Tahun 2022
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, membeberkan dua faktor pendorong ekonomi Indonesia di Tahun 2022, yakni Presidensi G20 dan implementasi Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Menurut dia, Presidensi G20 Indonesia yang akan bergulir sepanjang tahun 2022, menjadi peluang positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik di daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan maupun secara nasional.
Even tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia dalam menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi, antara lain Undang-Undang Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Sovereign Wealth Fund) sehingga akan meningkatkan confidence Investor Global.
"Keuangan berkelanjutan dan arsitektur keuangan internasional juga telah menjadi bagian dari agenda prioritas yang akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor keuangan, termasuk pasar modal Indonesia," ujar Menko Airlangga di Jakarta, Senin(3/1/2022).
Selain Presidensi G20, RCEP yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I tahun 2022, juga akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.
Perjanjian RCEP juga menjadi hal yang semakin penting untuk mendorong perekonomian Indonesia di tengah guncangan ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan pandemi Covid-19.
Saat ini, lanjutnya, sudah ada 7 Negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan 5 Negara Mitra ASEAN (RRT, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi.
"Ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi syarat utama pemanfaatan Perjanjian RCEP di Indonesia," ungkap Menko Airlangga.
Dia menjelaskan, RCEP memiliki arti yang signifikan bagi ekonomi Indonesia. Pasalnya, sebesar 72 persen aliran investasi asing yang masuk ke Indonesia berasal dari negara anggota RCEP.
Melalui RCEP, lanjutnya, Indonesia juga akan mendapatkan akses pasar tambahan dari China, Korea dan Jepang untuk produk-produk di sektor perkebunan, pertanian, otomotif, elektronik, kimia, makanan, minuman, mesin dan kehutanan.
“Berlakunya RCEP, perdagangan terbesar di regional terbesar, diharapkan ini memberikan dukungan terhadap pasar modal,” kata Menko Airlangga.
Editor: Jeanny Aipassa