Menko Airlangga Bertemu Menteri Jepang, Sepakat Saling Dukung untuk Pemulihan Ekonomi
Tren pertumbuhan ekonomi yang positif ini didukung pemulihan sejumlah indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan Indonesia yang terus mencatatkan surplus selama 27 bulan
berturut-turut.
“Surplus ini terjadi karena meningkatnya perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara, termasuk Jepang. Total nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang di tahun 2021, mencapai 32.5 Miliar dolar AS, meningkat 36 persen dari tahun 2020 yang sebesar 23.8 Miliar dolar AS,” ujar Menko Airlangga.
Pada kesempatan itu, menko Airlangga kembali menyampaikan permintaan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Jepang terkait tarif bea masuk untuk beberapa komoditas seperti ikan tuna dalam kaleng.
Saat ini, lanjutnya, produk ikan tuna Indonesia masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 7 persen sementara produk serupa asal negara tetangga sudah dibebaskan tarif bea masuk oleh Jepang. Untuk ekspor buah nanas dan pisang, masih dikenakan pembatasan atas jumlah ekspor yang mendapatkan fasilitas.
Menko Airlangga juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk aktif dalam keempat pilar IPEF, terutama di pilar kedua terkait dengan Supply Chain (rantai Pasok), berharap akan
mendapat dukungan dalam pengembangan 2 komoditas strategis, yaitu semi conductor dan EV (Electronic Vehicle) battery.
Selain itu juga disampaikan mengenai masalah trade
facilitation, pengembangan SDM khususnya untuk pengembangan semi konduktor dan SDM di bidang digital.
Editor: Jeanny Aipassa