Menko Airlangga dan Menperin Bertemu Petinggi Coca- Cola di Swiss, Ini yang Dibahas

Advenia Elisabeth · Rabu, 08 Juni 2022 - 10:16:00 WIB
Menko Airlangga dan Menperin Bertemu Petinggi Coca- Cola di Swiss, Ini yang Dibahas
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu petinggi Coca-Cola Company di Davos, Swiss. Foto: Kemenperin

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan petinggi Coca-Cola Company di Davos, Swiss. Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang dibahas. 

“Melalui agenda pertemuan kami, pemerintah Indonesia menyampaikan beberapa hal. Tentu salah satu di antaranya mengenai dukungan dan fasililitas bagi para investor global yang menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Menperin di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Dalam pertemuan dengan Chairman and CEO of The Coca-Cola Company James Quincey pada Forum Ekonomi Dunia 2022 beberapa waktu lalu itu, kata Agus, pemerintah Indonesia mengapresiasi dan mendorong Coca-Cola untuk meningkatkan dan memperluas investasinya di Indonesia. Salah satunya melalui produk berbasis kelapa karena produk berbahan baku kelapa memiliki multiplier effects yang tinggi, mulai dari petani kecil hingga industri menengah. 

Selain itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, komoditas ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tanah air.

Di samping itu, pemerintah juga membahas pengembangan industri hijau dengan konsep circular economy yang menggunakan pendekatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair). Pemerintah mengatur pengembangan industri hijau dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Agus.

Dia menambahkan, pemerintah terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini agar pembangunan industri selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui upaya penerapan industri hijau di tanah air, penghematan energi pada 2021 mencapai Rp3,2 triliun, serta penghematan air sebesar Rp169 miliar. Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Lebih lanjut dia menuturkan, Coca-Cola Company sejak 2018 telah melakukan pengumpulan dan daur ulang kemasan produknya baik botol plastik maupun kaleng. Coca-cola berkomitmen akan membuat seluruh kemasan dapat didaur ulang pada 2025 dan menggunakan 50 persen bahan baku daur ulang pada botol dan kaleng pada 2030. 

"Atas hal tersebut, CEO Coca-Cola berharap kebijakan dan regulasi di Indonesia dapat semakin mendukung kegiatan investasi Coca-Cola," ucap Menperin. 

Sementara untuk mendukung pelaksanaan industri berkelanjutan, kedua pihak juga mendiskusikan upaya pencapaian Net Zero Emission (NZE) dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti solar panel dalam proses produksi Coca-Cola di Indonesia.

Terkait dengan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia telah memasang atap panel surya pada fasilitas pabrik Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Panel surya yang terbentang seluas 72.000 meter persegi itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembangunan panel surya berkapasitas 7,13 MegaWatt (MW) oleh CCA Indonesia. Langkah perusahaan sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, serta 31 persen pada 2050.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda