Menko Airlangga Dorong Kadin Sukseskan Presidensi G20 Indonesia dan Jadi Pelopor Peningkatan Investasi

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 19:22:00 WIB
Menko Airlangga Dorong Kadin Sukseskan Presidensi G20 Indonesia dan Jadi Pelopor Peningkatan Investasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Rapimnas KADIN Indonesia) di Bali, Jumat (3/12/2021). (Foto: Istimewa)

BALI, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membantu pemerintah menyukseskan Presidensi G20

Selain itu, Kadin Indonesia juga didorong untuk menjadi pelopor peningkatan investasi, dengan memanfaatkan posisi sebagai organisasi tuan rumah Business20 (B20).  

"Kadin Indonesia memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Untuk itu, Kadin Indonesia diharapkan dapat terus melanjutkan dan memperkuat perannya, termasuk dalam mensukseskan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022," kata Menko Airlangga, dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Rapimnas KADIN Indonesia) di Bali, Jumat (3/12/2021).

Dia menjelaskan, Presidensi G20 Indonesia yang mengangkat tema “Recover together, Recover stronger”, bertujuan mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, dalam Presidensi G-20 akan ada 3 hal yang akan menjadi fokus utama Indonesia yakni penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

“KADIN Indonesia sebagai organisasi tuan rumah Business20 (B20) diharapkan dapat mendukung kerja sama lintas batas dan mengupayakan langkah inovatif. Kita berharap kegiatan ini bisa mendorong transformasi ekonomi, dan KADIN Indonesia jadi pelopor agar target peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” tutur Airlangga.

Menurut dia, saat ini, berbagai indikator utama ekonomi nasional telah menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen pada Oktober tercatat sebesar 113,4 menunjukkan pulihnya kepercayaan dari sisi demand dan PMI Manufaktur yang berada pada zona ekspansif menunjukkan perbaikan di sisi supply. 

Investasi hingga kuartal III 2021 juga meningkat, dimana realisasinya telah mencapai Rp659 triliun atau meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2020. 

Sementara itu, adanya investasi di Indonesia saat ini juga mampu
menciptakan lebih dari 900 ribu lapangan kerja. Untuk itu, besaran investasi yang telah dicapai tahun ini akan ditingkatkan lagi targetnya menjadi 1.200 triliun rupiah.

Dia menjelaskan, realisasi investasi oleh para penerima fasilitas tax holiday hingga tengah tahun ini telah mencapai Rp385,8 triliun dari jumlah rencana investasi sebesar Rp716,6 triliun. 

"Lokasi investasi tersebar di 22 provinsi dengan 6 kelompok industri mulai dari infrastruktur ekonomi, industri logam dasar hingga ekonomi digital," ungkap Menko Airlangga.

Dia menjelaskan, hingga bulan Oktober 2021, Cadangan Devisa dan Neraca Perdagangan Indonesia relatif terus meningkat sejak 2019. Hal ini didukung surplus neraca perdagangan secara kumulatif yang mencatatkan kenaikan tertinggi selama 10 tahun terakhir.

“Dari sisi ekonomi, Indonesia juga memiliki keseimbangan eksternal dan internal yang kuat. Cadangan devisa kita dan nilai ekspor Indonesia tertinggi dalam sejarah. Hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga komoditas global yang kemudian meningkatkan penerimaan APBN,” tutur Menko Airlangga. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional juga menyampaikan upaya pemerintahb untuk mengantisipasi kemunculan varian baru Covid-19, Omicron. 

Dia menuturkan, pemerintah telah mengambil langkah yakni dengan membatasi perjalanan 11 negara, sebagian besar di Afrika. Selain itu, kebijakan dalam negeri tentang jumlah karantina juga telah ditingkatkan dan Pemerintah mendorong vaksinasi yang ditargetkan pada kuartal I 2022 untuk 208 juta sasaran telah selesai menerima vaksinasi secara lengkap.

“Per 2 Desember 2021, vaksinasi dosis 1 telah mencapai 67,65 persen atau 140,9 juta dosis, dan vaksinasi dosis ke-2 telah mencapai 46,73 persen  atau 97,3 juta dosis. Mulai Januari tahun 2022, pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis ketiga,” ungkap Menko Airlangga.

Pernyataan senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo di kesempatan tersebut. Dia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang termasuk dalam level 1 pandemi Covid-19 menurut WHO. 

Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa kunci dari pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yakni bagaimana Indonesia bisa mengendalikan pandemi, dan investasi merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia, baik investasi untuk UMKM maupun untuk pelaku usaha besar. 

Dari sisi ekonomi, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah mengedepankan kebijakan fiskal yang fleksibel, adaptif, dan responsif. Hal tersebut telah diterapkan melalui penyesuaian dan realokasi program PEN baik tahun 2020, 2021, dan berlanjut di tahun 2022.

Hingga 26 November, realisasi PEN telah mencapai 67,4 persen dari total alokasi sebesar Rp744,77 triliun. Pemerintah juga telah memberikan fasilitas bagi penanaman modal berupa tax holiday untuk memberikan kemudahan berusaha bagi industri pionir. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MPR RI, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Provinsi Bali, dan Ketua Umum KADIN beserta seluruh jajaran Kadin Indonesia. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: