Menkop Teten Dorong Masyarakat Beli Produk UMKM untuk Cegah Stagflasi

Arif Budianto ยท Jumat, 12 Agustus 2022 - 13:46:00 WIB
Menkop Teten Dorong Masyarakat Beli Produk UMKM untuk Cegah Stagflasi
Menkop Teten dorong masyarakat beli produk UMKM untuk cegah stagflasi. Foto: Arif B

BANDUNG, iNews.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki  mendorong masyarakat untuk membeli produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ini demi mencegah terjadinya stagflasi di dalam negeri. 

"Kami akan terus dorong konsumsi masyarakat dengan membeli produk produk UKM, untuk menggerakkan ekonomi kita," kata Teten pada peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2022 di Mal Cihampelas Walk, Kota Bandung, Jumat (12/8/2022). 

Menurut dia, salah satu kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada pelaku usaha seperti UMKM. Karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya agar roda bisnis pelaku usaha bisa terus berjalan. Pelaku UMKM pun selama ini cukup kuat meski diterpa berbagai krisis dan pandemi. 

Untuk mendorong konsumsi masyarakat terhadap produk UMKM, Kementerian Koperasi dan UKM akan membangun platform digital demi memberikan kemudahan pelayanan bagi UMKM. Saat ini sudah ada E-Katalog, Toko Daring, ODS, OSS, smesta, lamikro, S-KOPI (financial hub dan kredit scoring), dan ISSMEI (layanan terintegrasi UMKM).

"Juga melakukan perluasan akses pasar terhadap produk KUMKM melalui kebijakan afirmasi 40 persen belanja pemerintah untuk  menyerap produk-produk UMKM dan koperasi," ujar dia. 

Langkah lain yang dilakukan adalah pemberian insentif bagi perusahaan yang bermitra dengan UMKM. Penguatan konsultan dan lembaga pendampingan UMKM, pengembangan inovasi pendanaan program. 

Menurut Teten, adopsi teknologi dan inovasi digital berpotensi untuk meningkatkan ketahanan, produktivitas, dan pemulihan ekonomi. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun pada 2020-2030 dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dua tahun pandemi ini, juga telah mendorong UMKM bertransformasi digital. Sebanyak 19 juta UMKM saat ini masuk dalam ekosistem digital, tumbuh sekitar 137 persen dari sebelum pandemi. 

"Kita optimistis target 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada tahun 2024 dapat tercapai, termasuk di dalamnya target 1 juta produk UMKM on-boarding dalam e-katalog belanja pemerintah pusat dan daerah di tahun 2022," tuturnya. 

Saat ini, tidak hanya e-commerce yang bertumbuh, platform lainnya, seperti penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi (edutech), properti berbasis teknologi (property-tech), transportasi online (ride hailing), dan pelayanan kesehatan berbasis teknologi (healthtech). Adapun nilai transaksinya pada 2030 diperkirakan mencapai masing-masing Rp160,4 triliun, Rp575 triliun, Rp202,4 triliun, Rp401 triliun, dan Rp471,6 triliun. 

Sementara Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendorong konsumsi dalam negeri terhadap produk UMKM, sebagai langkah bersama mendorong ekonomi yang saat ini sedang tidak baik baik saja. 

"Kuncinya adalah bagaimana kita bisa saling kolaborasi antar provinsi atau daerah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri," ucapnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda