Menpan RB Sebut Banyak ASN Muda Ingin Pindah ke IKN
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) muda yang tidak masuk dalam skenario perpindahan awal meminta untuk dimasukan pada skenario perpindahan ke IKN.
“Sebenarnya justru banyak yang ingin pindah, banyak anak-anak muda yang bertanya pada saya, malah mereka ingin dimasukan pada skenario untuk perpindahan mereka ke IKN,” tulis dia dalam akunnya di Instagram, dikutip Senin (12/6/2023).
Dia menjelaskan, ada benefit saat ASN pindah ke IKN. Itu karena kantornya akan menggunakan sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE).
"Kantornya akan sharing dan tempat ini oksigennya luar biasa," ujarnya.
KemenPANRB: 11.274 ASN dan 5.716 Anggota TNI-Polri Pindah ke IKN pada 2024
Dia pun memastikan pemindahan ASN ke IKN telah disiapkan pemerintah sebaik mungkin. Pada tahap pertama atau pada 2024 mendatang, ASN, TNI, dan Polri yang dipindahkan sebanyak 16.990 orang, yang terdiri atas 11.274 ASN dari 40 kementerian dan lembaga, serta TNI/Polri sebanyak 5.716 personil.
"Progres pembangunan (IKN Nusantara) berjalan baik dan luar biasa. Tentunya ini diharapkan dapat menunjang target pemerintah untuk pemindahan ibu kota serta kepindahan ASN, TNI, Polri tahap awal pada 2024 nanti," tuturnya.
Kementerian PUPR Optimistis Pusat Pemerintahan IKN Nusantara Diresmikan Tahun 2024
Anas pun meminta kepada ASN yang sedang dipersiapkan pindah untuk bersiap-siap dalam menunggu tahapan awal perpindahan ASN yang terjadi pada 2024 nanti.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menjelaskan, progres pembangunan IKN sudah mencapai 29,27 persen. Dalam proses terbentuknya IKN, terdapat empat tahap proses (4P), yaitu persiapan, pembangunan, pemindahan dan penyelenggaraan pemerintahan.
"Penyelenggaraan pemerintahan tahun depan dan setelah berpindahnya ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara melalui Keppres. Kami hari ini sementara menggagas bagaimana pembagian wilayah untuk pemerintahan termasuk kami lagi menggagas untuk memperkuat peran otorita," ucap Thomas.
Editor: Jujuk Ernawati