Menparekraf Dorong Taman Rekreasi Berperan Aktif Membuka Lapangan Kerja

Jeanny Aipassa ยท Kamis, 27 Januari 2022 - 06:42:00 WIB
Menparekraf Dorong Taman Rekreasi Berperan Aktif Membuka Lapangan Kerja
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreaatif, Sandiaga Uno, saat Pelantikan Pengurus DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (26/1/2022). (Foto: Istimewa(

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, mendorong Taman Rekreasi berperan aktif menggerakan kebangkitan ekonomi dengan membuka lapangan kerja.

Pernyataan itu, disampaikan Menparekraf saat hadir di acara Pelantikan Pengurus DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (26/1/2022). 

"Hari ini kita kukuhkan pengurus DPP PUTRI Periode 2021-2026. Ada semangat baru, optimisme baru. Tadi sudah disampaikan bahwa PUTRI siap bermitra dengan pemerintah untuk membangkitkan ekonomi," kata Sandiaga Uno. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf/Baparekraf, Ony Yulvian; Koordinator Promosi dan Produk Wisata Alam, Ito Parikesit; serta Founder & Chairman Markplus, Hermawan Kartajaya.

Menurut Sandiaga, Kemenparekraf menargetkan ada peningkatan penciptaan lapangan kerja  sebesar 20 hingga 25 persen di Tahun 2022, seiring dengan bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Terkait dengan itu, lanjutnya, keberadaan Taman Rekreasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia memiliki peranan besar dalam membuka lapangan kerja. Hal itu, dapat dilakukan melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Saya melihat puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu lapangan kerja yang dapat hadir dari kehadiran taman rekreasi. Oleh karena itu, adalah tugas pemerintah, Kemenparekraf untuk memastikan program-program kita yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," ujar Sandiaga. 

Dia menjelaskan, salah satu kunci yang harus dijalankan adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. 

Kepatuhan dari Taman Rekreasi dalam penerapan protokol kesehatan akan sangat menumbuhkan kehadiran tren baru pariwisata yang customized, localize, personalize, dan smaller in size.  

Selain itu, Taman Rekreasi juga harus memaksimalkan peranan ekonomi kreatif untuk dapat saling menunjang taman rekreasi sebagai destinasi wisata. 

Di dalam keanggotaan PUTRI juga terdapat desa wisata. Secara khusus, Menparekraf Sandiaga berpesan agar desa-desa wisata dapat memperkuat kapasitas dengan kemampuan marketing yang baik. 

"Sebab, tanpa kemampuan marketing, mereka tidak akan mungkin bisa meningkatkan kualitas serta keberlanjutan dari setiap destinasi," ungkap Sandiaga. 

Ketua Umum DPP Putri, Hans Manansang, menjelaskan, PUTRI adalah organisasi yang menaungi objek-objek wisata atau desa wisata yang ada di Indonesia. Antara lain jenis destinasi desa wisata, rekreasi alam, rekreasi buatan atau theme park, permainan anak, wisata konservasi, wisata museum, serta wisata seni dan budaya. 

Dalam kepengurusan DPP PUTRI periode 2021-2026, Hans pengungkapan, ada empat hal yang akan menjadi fokus utama, yaitu: 

  1. Meningkatkan peran dan citra PUTRI untuk masyarakat
  2. Meningkatkan standar mutu anggota dengan pelatihan dan sertifikasi
  3. Memberikan nilai tambah anggota yang salah satunya dengan memberikan sistem digitalisasi
  4. Memperbaiki sistem manajemen kelola dari taman wisata 

"Kita juga akan menguatkan sendi-sendi organisasi dengan mengembangkan DPP-DPC yang ada sehingga bisa menjadi mitra dan menjadi support bagi teman-teman anggota yang ada di daerah," kata Hans. 

PUTRI bersama pemerintah dikatakannya ingin bangkit bersama menuju wisata masa depan. Hal ini seiring dengan misi PUTRI untuk menginspirasi, mengembangkan, dan memajukan objek-objek wisata nasional sehingga menjadi kebanggaan dari negara dan menjadi tempat tujuan utama bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara seluruh dunia.  

"Wisata adalah pemelihara kehidupan karena dapat mengentaskan kemiskinan dengan program kemasyarakatan, UMKM, maupun penyerapan tenaga kerja. Selain itu, menjembatani perbedaan budaya dan dapat meningkatkan kualitas hidup," ujar Hans. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: