Mentan Ungkap Stok Beras hingga Akhir Tahun 6,1 Juta Ton

Antara · Senin, 22 Juni 2020 - 23:19 WIB
Mentan Ungkap Stok Beras hingga Akhir Tahun 6,1 Juta Ton

Mentan Syahrul Yasin Limpo memperkirakan stok beras hingga akhir Desember 2020 sebanyak 6,1 juta ton. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperkirakan stok beras hingga akhir Desember 2020 sebanyak 6,1 juta ton. Ini memperkuat ketahanan pangan selama masa pandemi.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan) stok beras pada akhir Agustus diperkirakan mencapai 8,7 juta ton, sementara perkiraan produksi mencapai 7,3 juta ton.

Perkiraan kebutuhan konsumsi beras hingga Desember mencapai 9-10 juta ton, terdapat surplus atau stok akhir tersisa pada Desember mencapai 6,1 juta ton. Stok akhir Desember ini yang menjadi bekal (carry over) kebutuhan pangan pada tahun berikutnya, menjelang panen pertama pada 2021.

"Stok akhir kita memasuki Desember, masuk ke Februari-Maret (2021) karena musim tanam selanjutnya adalah Februari-Maret, masih tersisa sekitar 6 juta ton," kata Mentan Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Mentan memaparkan luas panen Januari-Juni 2020 mencapai 5,83 juta hektare dengan produksi 29,02 juta ton atau setara 16,65 juta ton beras. Jumlah tersebut belum termasuk produksi dari musim tanam Oktober-Maret 2020 serta sisa beras impor yang dikelola Bulog, yakni mencapai 5,9 juta ton.

Perkiraan kebutuhan Januari-Juni sebesar 15,10 juta ton serta stok beras dalam negeri sebesar 5,9 juta ton, maka diperoleh stok beras akhir Juni mencapai 7,49 juta ton.

Syahrul menjelaskan pada musim tanam kedua Kementan menargetkan luas tanam mencapai 5,6 juta hektare dengan produksi diperkirakan 12,5 juta-15 juta ton setara beras.

Untuk mengantisipasi kekeringan seperti yang diperingatkan FAO, Mentan menegaskan pihaknya melakukan percepatan tanam, terutama di sejumlah wilayah yang masih memiliki irigasi primer dan sekunder.

Ada pun sejumlah daerah yang menjadi andalan produksi padi pada musim tanam kedua ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara.

"Dari kurang lebih 94 dam yang airnya masih maksimal, terdapat 38 dam masih di atas rata-rata, termasuk di Jatiluhur, Jawa Barat masih penuh air. Kita masih optimistis," kata Mentan.

Editor : Dani Dahwilani